KESATUCO – Wali Kota Sukabumi menyampaikan keyakinannya bahwa pembangunan kota saat ini berada di jalur yang tepat, seiring tren positif yang terlihat dari capaian sosial dan ekonomi.
Tingkat kemiskinan di Kota Sukabumi berhasil ditekan dari 7 persen pada 2024 menjadi kisaran 6,35–7,02 persen pada 2025, dengan target ambisius mencapai 6 persen pada 2026.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dijaga tetap stabil, setelah berada di angka 8 persen pada 2024 dan 7,84–8,54 persen pada 2025, pemerintah menargetkan 8 persen pada 2026.
Baca Juga: Safari Ramadan, Farhan: SDM Bandung Harus Mendunia
Meski demikian, Wali Kota menekankan perlunya strategi tepat sasaran agar persoalan sosial dapat diurai hingga ke akar.
“Jangan sampai kegiatan sosial terpisah-pisah sehingga masalah tidak selesai. Penanganan harus benar-benar tuntas,” tegasnya.
Pendekatan kini mengedepankan komunikasi yang cair dan kolaboratif, sehingga aspirasi warga di tingkat rukun tetangga bisa tersampaikan dan ditangani secara tepat oleh pemerintah kota.
Baca Juga: Siskamling Siaga Bencana Jadi Sarana Evaluasi Pemberdayaan Warga, RW 06 Jadi Contoh
“Ketika masyarakat melihat pemimpinnya hadir bersama relawan sosial untuk merumuskan solusi, lahir optimisme kolektif,” ujar Wali Kota.
Integrasi program sosial dalam satu sistem juga memastikan kebijakan tidak tumpang tindih, data lapangan lebih akurat, dan serapan anggaran lebih efektif.
Bantuan yang diberikan bersifat terukur dan berkelanjutan, bukan sekadar konsumtif.
Baca Juga: Respon Keluhan Warga, Kecamatan Coblong Gaspol Bersihkan Kebun Binatang Bandung
“Harmoni antara kebijakan matang dan eksekusi di lapangan akan menciptakan jaring pengaman sosial yang kuat, sekaligus mendorong Kota Sukabumi menuju masyarakat mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
