KESATU.CO, PURWAKARTA — Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menyambut hangat kedatangan Komandan Batalyon (Danyon) beserta jajaran pasukan Batalyon Tugas Pembentukan (TP) Infanteri 334/Nagarunting.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi penyambutan perwira dan ribuan prajurit TNI tersebut saat melangkahkan kaki di bumi Purwakarta.
Dalam momen bersejarah itu, Om Zein menyerahkan dua buah kendi istimewa yang berisi tanah dan air. Kedua unsur alam tersebut bukan diambil secara sembarangan, melainkan dikumpulkan dari 192 tempat dan desa di seluruh penjuru Kabupaten Purwakarta.
Penyerahan kendi ini menjadi simbol mendalam atas komitmen bersama dalam menjaga pertahanan daerah sekaligus kelestarian lingkungan.
Filosofi Kendi 192 Tempat: Simbol Kekuatan dan Kemakmuran
Bagi Om Zein, penyerahan tanah dan air dari 192 titik lokasi ini menyimpan makna filosofis yang sangat kuat. Air mewakili kehidupan dan kesejahteraan, sementara tanah menyimbolkan pijakan, kedaulatan, dan tempat berteduh rakyat. Mengabungkannya dari 192 tempat memperlihatkan persatuan seluruh elemen masyarakat Purwakarta.
“Tanah dan air dari 192 wilayah ini adalah simbol kekuatan dan kemakmuran Purwakarta. Ini adalah amanah besar yang harus kita jaga bersama dengan sungguh-sungguh,” ujar Bupati Saepul Bahri Binzein di hadapan Danyon dan pasukan Batalyon TP Infanteri 334/Nagarunting.
Ia menegaskan bahwa kekuatan militer dan ketahanan nasional tidak bisa dipisahkan dari kondisi alam tempat pasukan bertugas. Kehadiran Batalyon Infanteri 334/Nagarunting diharapkan mampu memberikan rasa aman, sekaligus menjadi panutan dalam menjaga nilai-nilai luhur kemanusiaan dan kearifan lokal.
Menjaga Keseimbangan Alam sebagai Kunci Utama
Lebih lanjut, Om Zein menyampaikan pesan penting mengenai hubungan antara kemakmuran dan kelestarian alam.
Menurutnya, kehancuran dan kelemahan suatu daerah sering kali berawal dari ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan di sekitarnya.
Oleh karena itu, menjaga kekuatan dan kemakmuran daerah wajib dilakukan dengan cara memelihara keseimbangan alam secara konsisten.
“Keseimbangan alam adalah kuncinya. Kita tidak boleh hanya mengambil hasil dari bumi, tetapi juga wajib merawatnya. Jika alam dijaga dengan baik, maka bumi Purwakarta akan memberikan kedamaian, keberkahan, dan kemakmuran bagi kita semua,” tegasnya.
Pesan ini disambut baik oleh komando Batalyon TP Infanteri 334/Nagarunting. Prosesi penerimaan kendi tanah dan air tersebut menjadi penanda resmi bahwa prajurit TNI siap melebur, melindungi masyarakat, dan menyatu dengan alam Purwakarta.
Sinergi Kuat TNI dan Pemerintah Daerah
Kehadiran Batalyon TP Infanteri 334/Nagarunting di Purwakarta disambut antusias oleh segenap jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Sinergi antara TNI dan Pemkab Purwakarta di bawah kepemimpinan Om Zein diharapkan semakin kokoh, tidak hanya dalam urusan pertahanan wilayah, tetapi juga dalam aksi-aksi sosial dan konservasi lingkungan.
Prosesi unik penyambutan dengan kendi tanah dan air 192 tempat ini menambah deretan tradisi budaya di Purwakarta yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan ekologis.
Budaya menyambut tamu kehormatan dengan simbol bumi merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta agar daerah selalu kondusif.
Acara penyambutan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara jajaran pejabat Pemkab Purwakarta, Danyon Infanteri 334/Nagarunting, serta para prajurit.
Harapan besar kini tertanam di pundak seluruh elemen daerah: menjaga kedaulatan NKRI sekaligus memelihara kelestarian bumi tempat mereka berpijak.***
