KESATUCO – Sebuah program pengembangan kapasitas (capacity building) yang digagas sejak akhir 2022 mulai menunjukkan dampak nyata di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Dirancang untuk memperkuat kepemimpinan, kolaborasi, dan inovasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN), program ini berhasil mendorong semangat kerja dan budaya kerja kolektif lintas instansi.
Di balik program tersebut, terdapat sosok Hauwera Aulia Handayani, aparatur muda yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Citamiang sekaligus Plt Lurah Gedong Panjang.
Baca Juga: Ramai Bendera One Piece Berkibar Menjelang Perayaan Kemerdekaan RI, Begini Reaksi Pemuda Pancasila
“Inisiatif ini lahir dari kesadaran akan pentingnya membangun kapasitas individu di tengah tantangan birokrasi yang semakin kompleks dan kompetitif,” ujar Hauwera.
Program ini mulanya diterapkan di internal Kecamatan Citamiang, namun dalam perkembangannya meluas ke institusi lain seperti Forum Sekretaris Perangkat Daerah, DPMPTSP, Sekretariat DPRD, serta unit pelayanan masyarakat seperti Posyandu dan RT/RW di Kelurahan Situmekar. Setiap kelompok pelatihan diikuti oleh 35 hingga 96 peserta.
Berbeda dari pelatihan konvensional, materi dalam program ini disusun secara kontekstual dan disampaikan melalui metode interaktif, termasuk simulasi hingga permainan lapangan (outbound). Tujuannya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tetap membekas.
“Kami ingin pelatihan ini tidak hanya informatif, tapi juga transformatif. Peserta diajak aktif, reflektif, dan langsung mempraktikkan prinsip-prinsip kepemimpinan dan kerja tim,” jelas Hauwera.
Hasilnya mulai terlihat. Banyak peserta mengaku lebih percaya diri, cepat mengambil keputusan, dan lebih terbuka untuk berkolaborasi.
Dari lingkungan Kecamatan Citamiang bahkan lahir inovasi digital bernama DITAHAN MAMANG (Digital Katalog Kewilayahan), yang memudahkan akses data wilayah secara cepat dan akurat.
Baca Juga: DPRD Sebut BPKPD Kota Sukabumi Tidak Terbuka, Ini Alasannya
Program ini juga mendapat respons positif dari sejumlah pimpinan daerah. Camat Citamiang, Aries Ariandi, menyebutnya sebagai salah satu pengungkit kinerja pegawai.
Sementara Kepala DPMPTSP, Iskandar, menilai pendekatan program tersebut membangkitkan semangat kolektif yang mulai luntur.
Bagi Hauwera, program ini adalah bagian dari komitmennya sebagai generasi muda ASN untuk membangun birokrasi dari akar rumput. Ia berharap di masa mendatang pelatihan serupa dapat menjangkau wilayah lebih luas dengan memanfaatkan teknologi daring.
“Regulasi dan sistem itu penting, tapi yang lebih penting adalah manusianya. ASN harus terus belajar, beradaptasi, dan berani memimpin perubahan,” pungkasnya.
