KESATUCO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi jejali generasi muda tentang perubahan iklim. Mengingat, generasi muda merupakan orang-orang yang akan berperan sebagai penggerak negara di masa depan.
“Mainstreaming isu perubahan iklim khususnya kepada generasi muda merupakan usaha yang penting,” ujar Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo di sela-sela webinar Aksi Remaja Untuk Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bersama anggota Palang Merah Remaja (PMR), Jumat, 13 September 2024.
Menurutnya, generasi muda harus berperan aktif dalam menyikapi isu perubahan iklim. Salah satunya dengan memasukan tema aksi iklim ke dalam kegiatan diskusi dan pelatihan PMR yang berlangsung rutin dilaksanakan di satuan pendidikan di setiap sekolah.
Baca Juga: Survei 53,4%, Calon Bupati Purwakarta Om Zein: Warga Ingin Jalan Mulus
“Maka dari itu, webinar ini menjadi sarana memberikan edukasi, sosialisasi, dan kampanye dari isu perubahan iklim.Sehingga, nantinya bisa disebarluaskan oleh anak-anak PMR,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya memilki harapan besar dari wbinar yang digagas bersama ChilFund Internasional. Terutama dalam peningkatan kesadaran kaum muda.
Selain itu, hal ini pun menjadi wadah berbagi inspirasi untuk merencanakan aksi dan rencana strategis lainnya sebagai bagian dari usaha untuk menghadapi dampak perubahan iklim saat ini
Baca Juga: Catat, Dibubarkan OJK, Kiprah Dana Pennsiun Unisba Bandung Tamat, Delapan Korporasi Bangkrut
“Atas nama PMI Kota Sukabumi kami mengucapkan apresiasi dan ucapan terimaksih kepada ChildFund Intenasional di Indonesia atas aksi kolaborasinya. Semoga ke depan kerjasama ini dapat berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, ountry Director ChildFund International di Indonesia Husnul Maad mengatakan, iklim menjadi salah satu fokus utama ChildFund International di Indonesia.
Bahkan, ChildFund International di Indonesia telah menghadirkan ragam inisiatif untuk mengurangi dampak iklim terhadap anak dan orang muda.
Baca Juga: Volkswagen Pamer Crossover Compact Terkininya yang Bertenaga, The New VW Taos Facelift
“Salah satunya melalui program Youth Voice Now di Kabupaten Sikka yang berlangsung pada 2022. Program ini berfokus pada pengembangan kapasitas orang muda untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya,” bebernya.
Tak berhenti di situ. Orang-orang muda ini kemudian secara aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui inisiatif-inisiatif yang mereka kembangkan. Hal itu seperti gerakan mengurangi plastik di sekolah, podcast, gerakan penanaman pohon di desa dan berpartisipasi dalam forum daerah hingga global.
“Yang membanggakan, pada Juli 2024, anak perempuan peserta Youth Voice Now bernama Ana yang baru berusia 16 tahun dari Sikka berbicara di depan High Level Political Forum (HLPF) PBB di New York, Amerika Serikat. Ia menyampaikan bagaimana perubahan iklim berdampak pada kekerasan terhadap anak dan perempuan serta apa yang telah mereka lakukan untuk menanggulangi krisis ini,” pungkasnya.
