KESATUCO – Wali Kota Sukabumi,Ayep Zaki, membahas sejumlah hal dalam apel perdana yang dipimpimpnya. Sejumlah hal yang dibahasnya antara lain, hasil retret di Magelang, efisiensi anggaran hingga upaya mewujudkan KOta Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis dan Nasionalis (Iman)
“Janji politik saya kepada masyarakat ialah menjadikan Kota Sukabumi yang Iman. Mari bangun Bersama Sukabumi baru dan dari Sukabumi untuk Indonesia. Insya Allah amanah dan jujur” ujarnya saat memimpin Apel Perdana di Balai Kota Sukabumi, Senin, 3 Maret 2025.
Dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang Iman tersebut, dirinya memiliki 19 program unggulan. Di mana, program tersebut akan dijalankan elama lima tahun ke depan.
Baca Juga: Kementerian BUMN Gelar Workshop Komunikasi dan Optimasi AI untuk Media Sosial
“Upaya untuk mewujudkan diperlukan kerja keras dan keseriusan dari semua pihak. Terlebih saat ini dihadapkan kepada kebijakan pusat yang berpengaruh pada pemda dan kondisi internal Kota Sukabumi yang harus berbenah diri di seluruh sector,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya bersyukur telah mengikuti retret beberapa waktu lalu. Sehingga, membawa ilmu dan pengalaman berharga yang bisa diimplementasikan di Kota Sukabumi.
Hal itu seperti arah penting RPJMN 2025-2045, penguatan reformasi birokrasi, penguatan,pencegahan, dan pemberantasan, peningkatan daya saing dan investasi berbasis hilirisasi serta industrialisasi pengendalian inflasi dan isu-isu aktual tentang kependudukan.
Baca Juga: BRI Dukung Pembalap Muda Bertalenta Mario Aji di Ajang Moto2
“Retret kata merupakan pendidikan terbaik di Indonesia, karena seluruh tenaga pengajar adalah orang-orang terbaik di Indonesia, para Menteri, dan ditutup presiden,” ungkapnya.
Bahkan menurutnya, Ketika hasil retret dijalankan di Kota Sukabumi akan sangat luar biasa terhadap fiscal. Bahkan, diyakininya Kota Sukabumi akan memiliki fiscal yang kuat.
“Kenapa bicara fiskal karena retret itu di dominasi membahas keuangan” bebernya.
Baca Juga: Pimpin Apel Perdana, Asep Japar Tekankan Pentingnya Kekompakan ASN
Oleh karena itu, dalam 100 hari kerja dirinya akan mengejar fiscal untuk lebih kuat. Ketika fiskalnya sudah kuat, dirinya optimis bisa merealisasikan 80 persen hasil retret.
“Makanya saya akan bekerja 100 hari pertama mengejar fiskal kita dari lemah menuju sedang dan kuat berapa tahun akan dilaksanakan,” pungkasnya
