KESATU.CO – BANDUNG, Sepertinya, penilaian bahwa kereta memang termasuk moda transportasi massal favorit memang terbukti. Hal itu tercermin pada volume penumpang kereta Commuter Line.
Joni Martinus, Vice President Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Commuter Line Indonesia alias PT KCI, menyatakan, pada periode Januari-Juni 2024, pihaknya melayani 179.165.921 orang penumpang.
“Secara tahunan, volume penumpang kereta Commuter itu bertambah 15 persen. Periode Januari-Juni 2023, kami melayani 155.331.685 orang penumpang,” ujar mantan Vice President Public Relation PT KAI (Persero) itu.
Pertambahan volume penumpang terbanyak, kata pria yang pernah menjabat Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung ini, yakni Commuter Line Yogyakarta-Palur dan Commuter Line Bandara Udara (Bandara) Soekarno-Hatta.
Pertambahannya, sebut Joni Martinus, masing-masing 130 persen atau menjadi 3.764.314 orang dan 1.098.595 orang.
Perkembangan positif juga terjadi pada Commuter Line Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Secara tahunan, tuturnya, bertambah 15 persen atau menjadi 156.816.151 orang penumpang.
“Begitu juga dengan Commuter Line Merak yang bertambah 29 persen secara tahunan atau menjadi 2.106.257 orang penumpang” papar Joni Martinus..
Khusus wilayah kerja PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, lanjut Joni Martinus, apda semester pertama 2024, pihaknya mencatat terjadi pertambahan volume penumpang 7 persen atau menjadi 7.759.017 orang.
Baca Juga: Apa Sih Juleha yang Bisa Bikin Tiket Kereta Lebih Murah? Ini Penjelasan KAI
Selama Januari-Juni 2023, kata dia, volume penumpang di wilayah kerja PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung sebanyak 7.238.438 orang,.
Bertambahnya volume penumpang kereta Commuter Line, imbuhnya, berkat penambahan jadwal perjalanan terutama saat peak season, semisal momen Idul Fitri dan liburan sekolah.
Joni Martinus menegaskan, agar kinerja dan pelayanan tetap prima, pada paruh kedua 2024, pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi.
Di antaranya, beber Joni Martinus, terus mengembangkan integrasi sistem pembayaran melalui Kartu Multi Trip (KMT).
Fungsi KMT, jelas Joni Martinus, mempermudah proses transaksi bagi masyarakat saat pembayaran tiket, tidak hanya Commuter Line, tetapi juga Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), Bus Trans Jakarta, Bus Trans Yogyakarta, Bus Trans Jateng, dan Bus Trans Jatim.
Selama Semester I 2024, ucap Joni Martinus, sebesar 49,42 persen transaksi pembelian tiket Commuter Line mengunakan KMT.
Persentase itu lebih besar daripada penggunaan kartu Uang Elektronik Bank, yakni 34,12 persen dan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) Code, sebanyak 16,46 persen. (*)
