KESATU.CO – BANDUNG, Setiap korporasi, tentunya mengusung sebuah misi utama, yakni menorehkan performa dan kinerja positif. Hal itu pun berlaku bagi perbankan syariah terakbar di tanah air, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk.
Terbukti, berdasarkan pelaporan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Tahun Buku 2023, PT BSI meraup laba masif. Angkanya Rp5,7 triliun.
Perolehan laba bersih perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, secara tahunan berkembang 33,88 persen.
Mengacu pada perolehan laba bersih itu, dalam RUPST, PT BSI Tbk menyepakati pembagian dividen kepada para pemilik saham. Nilainya Rp855.46 miliar atau setara 15 persen laba bersih.
Putusan RUPST lainnya, PT BSI Tbk menyisihkan 20 persen laba bersih atau sekitar Rp1,14 triliun sebagai dana cadangan wajib.
“Sedangkan 65 persen laba bersih atau sekitar Rp3,7 triliun menjadi laba ditahan,” kata Direktur Finance and Strategy PT BSI Tbk, Ade Cahyo Nugroho, pada jumpa pers RUPST PT BSI Tbk Tahun Buku 2023 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi
Perolehan laba bersih 2023 itu berkat topangan kinerja positif sejumlah lini bisnis. Antara lain, penyaluran pembiayaan yang hingga 2023, bertambah 15,7 persen secara tahunan atau menjadi Rp240,32 triliun.
Mayoritas pembiayaan tersalurkan pada segmen konsumen. Persentasenya 54,32 persen. Sisanya, pada segmen wholesale dan ritel, masing-masing 28,09 persen serra 17,58 persen.
Gacornya penyaluran pembiayaan itu diimbangi rasio Non-Performing Financing (NPF) gross pada posisi yang menggembirakan, yakni 2,08 persen.(win)***
