KESATUCO – Kepala Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Arifin Muh Hadi, menyebutkan gempa bumi di Indonesia menjadi penyebab terbesar dalam kehilangan jiwa dan kerugian ekonomi bagi masyarakat dalam beberap tahun terakhir.
Di mana, rumah dan bangunan menjadi salah satu hal yang menimbulkan korban jiwa.
“Gempa bumi menjadi ancaman bencana yang tidak dapat dicegah dan bisa mengakibatkan runtuhnya bangunan,” ujarnya saat series wibinar dalam rangkaian menyambut Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024 serta memperingati 20 tahun peristiwa gempa tsunami di Aceh, belum lama ini.
Baca Juga: Jelang HUT RI ke-79, Fraksi Golkar DPRD Jabar: Momentum Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Atas hal tersebut pula, dirinya menggencarkan sosialisasi membangun rumah aman gempa melalaui perkuatan (Retrofitting) sebagai upaya pengurangan risiko bencana.
Mengingat, masih kurangnya kesadaran dari masyarakat akan praktik pembangunan dan banyak pemilik rumah yang tidak menyadari akan pentingnya retrofit.
“Adanya program retrofit berbasis masyarakat menjadi langkah untuk memperkenal metode Retrofitting lebih dikenal masyarakat luas,” ucapnya.
Baca Juga: Gelar Rapat, Badan Musyawarah DPRD Jawa Barat Bahas 3 Agenda Penting
Dalam kegiatan yang digagas PMI bersama Politeknik Akbar tersebut, menurutnya kehadiran metode retrofitting menjadi solusi untuk memperkuat struktur bangunan.
Bahkan menurutnya, pembelajaran retrofitting ini sangat penting.
“Retrofit ini sangatlah penting,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, mengapresiasi atas inisiasi yang saat ini dilakukan oleh PMI dalam rangkaian menyambut Bulan PRB .
Apalagi melalui kegiatan series webinar sebagai pusat pembelajaran dan pengetahuan bersama terkait pengurangan risiko bencana.
“Dalam upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang digaungkan pemerintah saat ini dengan mendorong pelibatan semua pihak untuk membangun ketangguhan bersama,” pungkasnya.
