KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan tercetusnya target pemerintah soal kelestarian lingkungan, yakni merealisasikan program Net Zero Emission (NZE) 2060. seluruh elemen, termasuk korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kompak mengembangkan Green Energy.
Satu di antaranya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Hingga kini, PT PLN (Persero) sangat serius dan berkomitmen kuat untuk mengakselerasi tercapainya NZE 2060. Satu caranya, serius menggarap pembentukan ekosistem hidrogen.
Dalam keterangannya, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), berpendapat, hidrogen termasuk pilar kunci merealisasikan NZE 2060.
Itu karena, jelas Darmawan Prasodjo hidrogen adalah energi masa depan yang bisa mereduksi emisi karbon.
Adi Lumakso, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), menambahkan, demi terralisainya green energy, korporasi Merah Putih ini membentuk end to end the green hydrogen.
Saat ini, ungkap Adi Lumakso, memaksimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan dilengkapi the renewable energy certificate, pihaknya memiliki dan mengoperasikan 22 Green Hydrogen Plant (GHP).
Baca Juga: Catat, Ini Putusan Bank Indonesia Soal. suku Bunga Acuan: Tetap 6,25 Persen
Kapasitas produksi ke-22 GBP itu cukup masif. Yakni, sebut dia, 203 ton green hydrogen per tahun.
“Pemanfaatannya, 75 persen operasional pembangkit. Sisanya, pemenuhan kebutuhan lainnya seperti kebutuhan lain, di antaranya until kendaraan hidrogen.
Bukti keseriusan PT PLN (Persero) membangun ekosistem hidrogen, yakni adanya The Hydrogen Refueling Station (HRS) alias stasiun pengisian kendaraan hidrogen, yang peresmiannya pada Februari 2024.
Lokasinya, ujar Adi Lumakso, yaitu kawasan Senayan, Jakarta. (*)
