KESATUCO – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, ekonomi kreatif berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Bahkan sektor tersebut menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Dengan berkembangnya digitalisasi dan teknologi, sektor ini semakin mudah diakses oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Hal ini memungkinkan mereka untuk bersaing di pasar nasional maupun global,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pada Kamis 6 Maret 2025.
Apalagi, sektor ini mengandalkan kreativitas, inovasi, dan teknologi untuk menciptakan nilai tambah dalam berbagai industri. Hal itu seperti kuliner, fesyen, kriya, film, animasi, pengembangan aplikasi, dan game digital.
Baca Juga: KPK Selidiki BJB, Dedi Mulyadi Tak Akan Halangi Penyidikan
“Makanya salah satu sektor yang menjadi roda penggerak baru dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah ekonomi kreatif,” ucapnya
Berkaca dari hal tersebut, Kota Sukabumi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Hal itu bisa ditekankan lewat berbagai kebijakan, seperti penguatan ekosistem industri kreatif, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur seperti pusat kreatif dan coworking space, serta perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pelaku industri kreatif.
Baca Juga: Tak Diganggu Danatara, Ini Alasan Dana Nasabah di Bank BUMN Tetap Aman
“Dengan memanfaatkan potensi ekonomi kreatif secara optimal, diharapkan Kota Sukabumi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan kota ini sebagai pusat inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Maka dari itu, ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama pembangunan Kota Sukabumi.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan pemerintah antara lain meningkatkan daya saing industri kreatif, mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk kreatif, serta menyediakan insentif dan infrastruktur bagi pelaku ekonomi kreatif.
Baca Juga: Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi Mengundurkan Diri, Ini Kata Dedi Mulyadi
“Ekonomi kreatif memiliki berbagai manfaat bagi Kota Sukabumi seperti meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu menciptakan lapangan kerja berkualitas, menarik investasi baru di sektor kreatif dan memperkuat daya tarik daerah sebagai pusat ekonomi kreatif,” bebernya.
Terkait hal tersebut, ada tiga strategi utama dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi. Yakni, pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal, pemberdayaan pelaku usaha kreatif, dan penguatan ekosistem kreatif melalui inovasi dan kolaborasi.
“Dan sebagai langkah nyata, pemerintah akan membentuk Komite Ekonomi Kreatif,” pungkasnya.
