KESATU.CO – BANDUNG, Memang, geliat bisnis asuransi dan re-asuransi belum seagresif perbankan. Walau demikian, perasuransian nasional terus menunjukkan pergerakan positif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginformasikan, hingga Agustus 2024, secara kumulatif, premi asuransi berada pada level Rp218,55 triliun. Nominal itu lebih banyak 5,82 persen daripada pencapaian periode sama 2023.
Kepada media, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan, nilai total premi asuransi itu terdiri atas premi umum dan re-asuransi yang bertambah 12,89 persen secara tahunan. Angkanya mendekati level Rp100 triliun, tepatnya Rp99,59 triliun.
Sisanya, sebanyak Rp118,96 triliun merupakan premi life insurance atau asuransi jiwa mencapai Rp118,96 triliun. Nilai premi asuransi jiwa tersebut bergeliat 0,56 persen secara tahunan.
Ogi Prastomiyono melanjutkan, secara total, industri asuransi nasional memiliki aset yang berlimpah. Hingga Agustus 2024, kata dia, nilainya Rp1.132,49 triliun atau bertambah 1,32 persen secara tahunan.
Sedangkan aset yang dimiliki asuransi komersial, lanjutnya, hingga Agustus 2024, bertambah 2,42 persen secara tahunan atau menjadi Rp912,78 triliun.
Dalam hal permodalan, sahut Ogi Prastomiyono, asuransi komersial masih perkasa. Indikatornya tercermin pada, rasio Risk Based Capital (RBC).
Ogi Prastomiyono menyatakan, posisi RBC asuransi jiwa serta asuransi umum, masing-masing pada level yakni 457,02 persen dan 323,74 persen.
Bagaimana dengan asuransi non-komersial, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek), termasuk program-program asuransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) -Kepolisian Republik Indonesia (Polri)?
Ogi Prastomiyono mengungkapkan, industri asuransi non-komersial pun memiliki aset berlimpah. Hingga Agustus 2024, nilainya Rp219,71 triliun.
Soal Dana Pensiun, Ogi Prastomiyono menyampaikan, total asetnya hingga Agustus 2024 bertambah 9,07 persen secara tahunan atau posisinya menjadi Rp1.485,43 triliun. (*)
–
