KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai institusi negara, Badan Pangan Nasional (Bapanas) punya peran krusial. Antara lain, menciptakan stabilitas pasokan dan harga komoditas. Satu di antaranya adalah gula.
Bapanas menyatakan, mahalnya harga gula selama beberapa waktu terakhir menjadi dasar untuk menerapkan relaksasai Harga Acuan Pasar (HAP) gula pada level ritel atau konsumen selama Juni 2024
Sebelumnya, program relaksasi HAP gula berlaku hingga akhir Mei 2024.
Melansir beberapa sumber, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan, HAP gula pada level konsumen yakni Rp17.500 per kilo gram.
Baca Juga: Ada Long Weekend (Lagi) : Idul Adha, KAI Perkuat Armada, Siagakan 18 Kereta Tambahan
” HAP gula pada level produsen yaitu Rp14.500 per kilo gram,” ujarnya.
Berbeda dengan HAP gula level konsumen di wilayah Indonesia Timur, yakni Maluku,-Papua dan berkatagori 3TP (Tertinggal, Terluar, Terpencil) serta Perbatasan. Angkanya Rp18.500 per kilo gram.
Lain halnya dengan HAP gula pada level produsen. Arief Prasetyo Adi menuturkan,penerapannya hingga 31 Oktober 2024 atau saat musim giling, berakhir.
Gar pelaksanaan dan implementasi HAP gula efektif dan tidak terjadi penyimpangan, Arief Prasetyo Adi menegaskan, bersama Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pihaknya melakukan monitoring berkala. (*)
