KESATU.CO, SUKABUMI – Mengenakan toga dan menerima gelar akademik mungkin menjadi puncak perjuangan selama menempuh pendidikan tinggi. Namun bagi Bupati Sukabumi Asep Japar, wisuda bukanlah garis finish.
Justru setelah meninggalkan kampus, para lulusan akan menghadapi tantangan sesungguhnya: membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat dan menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Sukabumi saat menghadiri Wisuda ke-16 Program Magister dan Sarjana Universitas Nusa Putra Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara Nomor 166, Sukabumi, Sabtu (5/9/2026).
Asep Japar menegaskan, gelar akademik yang kini disandang para wisudawan bukan akhir dari proses perjuangan. Sebaliknya, kelulusan menjadi pintu awal untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.
“Jadilah agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas. Berikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Menurut Bupati, dunia terus bergerak cepat. Perkembangan teknologi dan perubahan zaman membuat setiap lulusan dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta mampu beradaptasi dengan tantangan baru.
Karena itu, Asep mengingatkan agar gelar akademik tidak hanya menjadi identitas yang melekat di belakang nama, tetapi harus menjadi modal untuk menghasilkan karya dan memberikan dampak positif.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Amalkan ilmu yang telah diperoleh dan teruslah mengembangkan diri melalui proses belajar sepanjang hayat,” ujarnya.
Di hadapan para lulusan, Bupati juga mengajak seluruh wisudawan untuk tidak melupakan orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Hal senada disampaikan Rektor Universitas Nusa Putra, Kurniawan. Ia menyebut wisuda sebagai momentum penting yang tidak hanya menandai berakhirnya proses akademik, tetapi juga awal perjalanan baru bagi para lulusan.
Kurniawan secara khusus mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan peran orang tua.
“Setelah selesai wisuda ini, saya berharap adik-adik bersimpuh kepada kedua orang tua dan keluarga. Dukungan utama adalah dukungan keluarga,” ungkapnya.
Ia berharap para lulusan tetap memegang teguh nilai Trilogi Nusa Putra dalam menjalani kehidupan dan perjalanan profesional, terutama semangat cinta kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sesama manusia.
