KESATUCO – PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi yang merupakan anak perusahaan SCG, menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi.
Hal itu dalam upaya pengembangan masyarakat serta produk dalam negeri yang berkualitas dan berada di desa.
“Bersama Kemenparekraf, kita memiliki program masak bersama master atau masamo. Dalam program itu, kita melibatkan Kelompok Budidaya Lele Lumbung Berkah di Desa Sukamaju yang merupakan UMKM binaan SCG Gesari,” ujar Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi Peramas Wajananawat.
Dalam program tersebut, UMKM binaan SCG mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan produk turunan dari daging ikan lele hasil budidaya. Di mana, pelatihan tersebut langsung dari chef profesional.
“Melalui program kolaborasi ini, Desa Sukamaju dapat menciptakan produk kuliner unggulan yang menjadikannya sebagai desa mandiri,” ucapnya.
Berbagai produk pun telah dihasilkan dari pelatihan tersebut. Hal itu dimulai dari olahan abon ikan lele, kastangel lele, sumpia, ekado, samosa, dan pastel abon lele.
“Ke depan, katalog produk olahan ikan lele akan dipasarkan secara luas,” ungkapnya.
Apalagi, program ini sejalan dengan SCG. Di mana, SCG menargetkan perluasan bisnis dengan menyasar kelompok ibu-ibu yang akan mengolah daging ikan lele menjadi produk turunan berupa berbagai macam makanan.
“Kami terus mendorong pengembangan komoditas lokal desa,” bebernya
Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengatakan, Desa Sukamaju berpotensi didorong untuk membuat berbagai kue kering berbasis olahan ikan lele. Khususnya yang dapat dipasarkan di dalam dan luar negeri.
“Semua itu dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat desa,” pungkasnya.
