KESATU.CO – BANDUNG, Sebenarnya, banyak faktor yang menjadi trigger pergerakan ekonomi. Satu di antaranya pemahaman dan pengetahuan serta wawasan berbagai produk industri keuangan.
Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya keras mengakselerasi inklusi keuangan di berbagai daerah, termasuk Jabar.
Di tatar Pasundan, upaya terkini OJK Jabar agar rasio inklusi dan literasi keuangan terakselerasi, yakni bekerja sama dengan Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Jawa Barat (FOJB) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Trokim University, dan Forum Industri Jasa Keuangan (FIJK) Jabar
Bentuknya, berupa perhelatan inklusi dan literasi keuangan yang terbalut dalam agenda The School of Magnificent Leaders (SMLE) 2024 yang dihadiri 1.000 orang pelajar Sekolah Menengah Atas-Sekolah Menengah Kejuruan (SMA-SMK) belum lama ini.
Imansyah, Kepala OJK Jabar, mengatakan, berkenaan dengan akselerasi rasio inklusi dan literasi keuangan, ada hao yang menjadi dasar mengapa pihaknya menyasar kalangan pelajar.
“Ini adalah upaya dan fokus kami untuk mendukung regenerasi pelajar yang tidak hanya berwawasan keuangan, tetapi juga cerdas,” tandas Imansyah.
Baca Juga: Sekretariat DPRD Jabar Terima Kunker DPRD Kabupaten Bogor dan Provinsi Kalimantan Tengah
Terlebih, lanjut dia, Jabar adalah provinsi yang memiliki jumlah pelajar terbanyak. Pada Juli 2024, di Jabar, terdapat sekitar 1,8 juta pelajar SMA-SMK. Artinya, jabar punya potensi pelajar yang luar biasa.
Agenda ini pun, kata Imansyah, menjadi strategi jajarannya untuk mengantisipasi agar para pelajar tidak terjerat berbagak aksi kejahatan, termasuk aktivitas keuangan ilegal, seperti investasi ilegal, Financial Technology (Fintech) Peer to Peer Lending (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) abal-abal, dan judi online.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Herman Suryatman, menambahkan,pihaknya ingin kalangan pelajar tampil sebagai agen pembaruan dam calon pemimpin masa depan demi tercapainya Indonesia Emas 2045. (*)
