KESATU.CO — Pengembangan kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP) di Kabupaten Bandung Barat terus berlanjut seiring komitmen pengelola dalam memperkuat konsep kota mandiri. Berbagai fasilitas baru disiapkan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni sekaligus menjadikan kawasan ini sebagai destinasi aktivitas masyarakat.
Direktur Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, mengatakan bahwa kawasan KBP yang telah berkembang selama lebih dari 25 tahun terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika kondisi ekonomi.
Menurut Ryan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk peran media yang selama ini ikut mengawal perjalanan dan perkembangan Kota Baru Parahyangan, Kamis (12/03/2026)
“Terima kasih kepada semua media karena kita sudah 25 tahun dan bisa tumbuh dengan cukup baik sampai sekarang,” ujar Ryan dalam pertemuan bersama awak media.
Ia menuturkan, meskipun pada tahun sebelumnya banyak sektor mengalami perlambatan, kinerja kawasan Kota Baru Parahyangan masih terjaga dengan baik. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada 2026.
“Walaupun tahun lalu kondisi di berbagai tempat menurun, kita masih cukup stabil. Di 2026 ini kami juga melihat kondisi yang masih cukup baik,” katanya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, pengelola KBP terus memperkuat pengembangan kawasan dengan menambah fasilitas publik dan ruang aktivitas baru bagi warga.
Salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan Saung Angklung Udjo untuk menghadirkan destinasi budaya bernama Lembur Ujo Parahyangan di kawasan Kota Baru Parahyangan.
Ryan menjelaskan, destinasi ini diharapkan dapat menjadi pusat wisata budaya baru yang melengkapi atraksi yang sudah ada di Bandung.
“Kami sedang penjajakan final dengan Saung Ujo untuk membuat Lembur Ujo Parahyangan sehingga nantinya bisa menjadi destinasi wisata tambahan,” ujar Ryan.
Ia menambahkan, potensi kunjungan wisata ke kawasan Kota Baru Parahyangan semakin terbuka seiring meningkatnya kemudahan akses transportasi menuju kawasan tersebut.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
Saat ini, masyarakat dari berbagai kota, termasuk Jakarta, dapat mencapai KBP dengan lebih mudah melalui jalan tol maupun transportasi kereta cepat Whoosh.
“Sekarang aksesnya cukup baik. Orang dari Jakarta bisa lewat tol atau naik kereta cepat Whoosh,” kata Ryan.
Selain menghadirkan destinasi budaya, pengelola juga akan memperluas fasilitas komersial melalui pengembangan Hejo Square Extension. Area baru ini dirancang memiliki luas hingga tiga kali lipat dibandingkan kawasan yang sudah ada saat ini.
Pengembangan tersebut akan menghadirkan tambahan area ritel serta fasilitas hiburan seperti bioskop yang dapat memenuhi kebutuhan penghuni kawasan.
“Di Hejo Square akan ada extension yang luasnya tiga kali lipat dari yang ada sekarang, termasuk tambahan retail dan cinema,” jelas Ryan.
Di sektor rekreasi dan olahraga, KBP juga merencanakan pembukaan Country Club Bumi Luhur pada akhir tahun ini. Fasilitas ini akan berlokasi di kawasan perbukitan dekat Tea House dan dirancang sebagai pusat aktivitas olahraga dan kebugaran.
Country club tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti gym, kolam renang, lapangan bulutangkis, tenis, serta basket yang dapat digunakan oleh warga maupun pengunjung.
“Harapannya fasilitas ini bisa mendukung berbagai aktivitas olahraga warga maupun pengunjung yang datang ke kawasan ini,” ujar Ryan.
Di sisi lain, pengembangan akses infrastruktur menuju kawasan Kota Baru Parahyangan juga terus dipantau. Salah satunya adalah rencana pembangunan jalur penghubung dari Padalarang menuju kawasan KBP.
Ryan mengatakan pihak pengembang telah siap dari sisi desain dan pembangunan, sementara proses pembebasan lahan saat ini berada pada kewenangan pemerintah provinsi.
“Kami sudah siap secara desain dan siap membangun, tinggal menunggu proses pembebasan lahan dan perizinan selesai,” katanya.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, Kota Baru Parahyangan diharapkan terus berkembang sebagai kawasan hunian terpadu yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas budaya, rekreasi, dan gaya hidup modern di wilayah Bandung Raya.
