Warga Geruduk Kantor Desa Salem Purwakarta Terkait Pembagian BLT COVID-19

KESATUCO. Sejumlah warga Desa Salem, Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta menggeruduk kantor desa setempat, Kamis (21/5/2020) malam. 

Warga diduga tak puas atas kebijakan pemerintahan desa terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) COVID-19 yang bersumber dari dana desa.

Dari informasi dihimpun, salah satu permintaan warga Desa Salem adalah pemerintahan desa merealisasikan setiap tahapan dana desa dengan nominal Rp 600.000 per KK secara bergiliran.

Baca Juga:  Dikatai Kasar Ade Londok, Sosok Asli Ganis Hari Terkuak Saat Ditemui Dedi Mulyadi

Sementara dari sebuah video yang tersebar di media sosial, seorang warga yang belum diketahui identitasnya menyampaikan protesnya.

Disebutkannya, pihak pemerintahan Desa Salem tak bisa mengubah data penerima BLT COVID-19 yang sudah ditetapkan sebelumnya tanpa alasan jelas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Salem  Hendi Hendarlin mengatakan, apa yang terjadi di desanya tersebut hanya sebuah kesalahpahaman antara warga dengan pihak desa.

“Cuma ketidakpuasan dan ketidaktahuan (prosedur pembagian BLT COVID-19). Penerima yang terdata kan harus menerima tiga kali. Disangka warga lain, bantuan dari sumber lain, dikasih ke dia dia lagi. Padahal masih sama BLT dari dana desa,” kata Hendi melalui sambungan selulernya, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga:  Ada Pegawai Positif, Dua Ruangan di Balai Kota Tasikmalaya Ditutup

Hendi juga menyebutkan, dari seluruh warganya yang datang ke kantor desa ada di antaranya yang sudah mendapat bantuan terdampak COVID-19. Baik dari Bansos Provinsi maupun kabupaten.

Baca Juga:  Pemerintah Panggil Dubes Prancis Soal Karikatur Nabi Muhammad, Tapi Belum Ada Respon

Bahkan, Hendi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pondoksalam terkait peristiwa unjuk rasa warganya tersebut.

“Jumlahnya penerima bantuan BLT COVID-19 di Desa Salem ada 70 KK,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sejak beberapa hari yang lalu, sejumlah desa di Kabupaten Purwakarta sudah merealisasikan BLT COVID-19 tahap dua. Yakni, yang bersumber dari dana desa ke setiap para penerima. (Heru/Dede)

Bagikan: