Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Produksi Masker Sendiri

KESATUCO. Masker telah menjadi barang langka sejak munculnya wabah virus corona atau Covid-19. Kondisi tersebut membuat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Tasikmalaya  memproduksi masker sendiri.

Kasubsi Kegiatan kerja Lapas II B Arif Setyo Budiharjo, Jumat (03/04/2020), mengatakan, pembuatan masker dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penghuni lapas II b Tasikmalaya mulai dari kalapas, pejabat serta stap termasuk seluruh warga binaan yang jumlahnya mencapai 300 lebih warga binaan.

“Kita mensiasati kebutuhan masker ini dengan cara membuat sendiri melihat kondisi di pasaran untuk saat ini keberadaan masker sangat langka,” katanya.

Baca Juga:  Deteksi Penyalahguna Narkoba, Lapas Kelas II B Purwakarta Tes Urine Pegawai dan Napi

Untuk itu lanjut dia, telah dilakukan kegiatan pembinaan keterampilan yang salah satunya adalah menjahit. Pihaknya berinisiatif membuat masker dengan memanfaatkan tenaga terampil warga binaan yang telah mendapatkan pembinaan keterampilan.

“Di sini ada tiga orang tenaga terampil yang saya kira mereka mampu untuk membuat masker. Walaupun baru kali ini, namun setelah dicoba hasilnya cukup bagus dan sama dengan yang dijual dipasaran,” katanya.

Hanya saja lanjut Arif, kendala yang dihadapi untuk pembuayan masker yaitu sulitnya mencari bahan baku sesuai bahan yang dibutuhkan. Akibatnya lanjut dia, produksi masker didalam lapas menjadi terbatas.

Baca Juga:  Hilmi Aminudin Pendiri PKS Meninggal Setelah Terpapar Covid 19

“Untuk sekarang memang kendalanya di pengadaan bahan baku karena kami perlu bahan yang sesuai salahsatunya kain hoxpot,” ujarnya.

Selain bahan baku kata dia, keterbatasan tenaga ahli didalam lapas juga menjadikan produksi pembuatan masker di dalam lapas terbatas. Tenaga yang ada ujar Arif yang sudah ahli didalam keterampilan menjahit hanya tiga orang sedangkan yang lainnya masih dalam tahap belajar.

Baca Juga:  Tebang Pohon Tanpa Izin, Pemakaman Umum di Kota Depok Jadi Gersang

“Itupun yang ahlinya sebagian ada yang sudah bebas, untungnya kita sudah melakukan regenerasi,” kata Arif.

Namun demikian lanjut dia, selama ini pihaknya telah mampu memproduksi masker sebanyak 500 lebih masker dengan rata-rata per hatinya mampu memproduksi sebanyak 50 masker. Jumlah tersebut, selain untuk pemenuhan masker didalam lapas juga ada pesanan dari luar.

“Kita rata-rata sehari membuat sebanyak 50 masker . hingga saat ini masker yang kita buat jumlahnya sudah sekitar 500 masker lebih,” ujar Arif.

Bagikan:
Left Menu Icon