Wapres Dorong Program BLK Komunitas Sesuai Kebutuhan Industri

KESATUCO. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong program-program pelatihan vokasi yang diberikan di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja, sehingga dapat memulihkan perekonomian nasional berbasis tenaga kerja produktif.

“Langkah dan kebijakan pengembangan BLK Komunitas ini tentu saja harus disesuaikan atau bersifat link and match dengan industri yang ada di sekitar BLK Komunitas,” kata Wapres saat meresmikan BLK Komunitas Tahun 2021 di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga:  Kawasan Konservasi Dekat Pemukiman Rawan Terjadi Gangguan

Sebanyak 23 jenis kejuruan atau pelatihan vokasi yang diberikan di BLK Komunitas, lanjut Wapres, harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha.

“Sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran dan memulihkan perekonomian yang berbasis tenaga kerja produktif,” tukasnya.

Dengan mendapatkan pengalaman pelatihan vokasi di BLK Komunitas, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan dunia usaha melalui penguasaan IPTEK, riset dan inovasi.

Baca Juga:  Rejang Lebong Terima Program Bedah Rumah dari Kemensos

Wapres menjelaskan tantangan yang dihadapi para pengurus BLK Komunitas saat ini antara lain memberikan langkah strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menghadapi persaingan global.

Sejak 2017 hingga saat ini, Pemerintah telah membentuk 2.127 BLK Komunitas yang didirikan di pondok pesantren, seminar, dhammasekha, pasraman, komunitas serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) di berbagai daerah.

BLK Komunitas tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan vokasi bagi anggota lembaga pendidikan keagamaan non-pemerintah serta komunitas terkait, agar memiliki keahlian untuk bekerja.

Baca Juga:  Komisi V: Anak Korban Perceraian Orang Tua Jadi Fokus DPRD Jabar

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan BLK Komunitas memberikan bekal keterampilan teknis produksi atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja bagi komunitas, pekerja dan masyarakat umum.

“Sinergitas antara pemerintah dan lembaga keagamaan, dunia industri dan serikat pekerja/serikat buruh melalui program pembangunan BLK Komunitas ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung dalam mencetak pekerja yang siap kerja,” ujar Ida. (Red)

Bagikan: