Wabah Virus Corona Tak Pengaruhu Kunjungan Wisata Purwakarta

KESATUCO. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, negara kehilangan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun akibat 3.000 warga China batal ke Indonesia sejak wabah virus corona.Namun kemunculan virus corona tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisata ke wilayah Kabupaten Purwakarta.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana menyebut, pasca virus yang awal mula muncul dari Wuhan Cina tersebut penurunan wisatawan mancanegara tidak begitu signifikan, karena data tersebut skala nasional.

“Saya rasa penurunan wisatawan mancanegara tidak terlalu terasa karena itu kan skala nasional,” kata Irfan di Purwakarta, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, destinasi wisata di Purwakarta telah berhasil menyedot perhatian wisatawan mancanegara. Umumnya mereka menyukai wisata ekstrim, semisal panjat tebing Badega Gunung Parang dan wisata edukasi semisal Kampung Tajur Kiarapedes.

“Tapi jika ditanya soal berapa besar pengaruhnya dari penurunan wisatawan mancanegara di Purwakarta, saya rasa tidak terlalu signifikan,” ujar dia.

Ragam destinasi wisata telah hadir di Purwakarta seperti wahana air, wisata alam hingga wisata edukasi keseharian masyarakat yang masih mempertahankan lokalitas.

Irfan menambahkan, ribuan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Purwakarta masih sebagian besar didominasi masyarakat lokal dalam maupun luar kota.

“Atas dasar itu penurunan wisata asal mancanegara tidak terlalu terasa di Purwakarta terutama bersamaan dengan wabah virus corona,” kata Irfan. (Hru)

Bagikan:
Left Menu Icon