VIRAL Surat Cerai Soekarno-Inggit Garnasih Dijual di Instagram

KESATUCO. Sebuah akun Instagram, @popstorindo mengunggah foto berisi surat nikah dan surat perjanjian cerai dan surat nikah Ir Soekarno dan Inggit Garnasih pada Rabau (23/9/2020).

Belakangan, pengelola akun itu, Yulius Iskandar, dikutip dari Tribunnews.com mengatakan bahwa surat cerai Soekarno itu hendak dijual oleh pemiliknya Rp 25 miliar.

Kamis (24/9/2020), postingan itu dihapus. Pemilik surat cerai itu yakni Tito Zeni Harmaen (73). Dia merupakan anak dari pasangan Ratna Juami dan Asmara Hadi.

Ratna Juami merupakan anak angkat Bung Karno dan Inggit Garnasih. Sedangkan Asmara Hadi, merupakan salah satu pejuang kemerdekaan.

Baca Juga:  Ada Pegawai Positif, Dua Ruangan di Balai Kota Tasikmalaya Ditutup

Tito menerangkan awal mula dia menyimpan dokumen tersebut saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (24/9/2020) di kawasan Kopo Cibolerang Kota Bandung.

“Itu awalnya tahun 1980-an Bu inggit sendiri yang menyerahkan kepada saya untuk menyimpan kedua surat itu,” ucap Tito.

Selama 30 tahun dia simpan, dokumen pribadi tokoh bangsa itu sempat ia bawa ke pameran.

“Sempat dipublikasikan sudah diperlihatkan di pameran, itu sudah. Itu untuk menyatakan bahwa betul Bu Inggit adalah dulunya pernah menjadi istri Bung Karno, sebagai bukti penting. Dan selain itu juga ada surat cerai yang ditandatangani Soekarno dan Bu Inggit. Saksinya Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan Kiai Haji Mas Mansyur,” ucapnya.

Baca Juga:  Terobos Hujan, Presiden PKS Berikan Bantuan Korban Banjir di Bekasi

Ia mengatakan, dokumen itu pernah akan diminta oleh Pemprov Jabar untuk jadi arsip sejarah saat Pemprov Jabar dipimpun Gubernur R Nuriana.

“Saya sempat setuju, akan saya serahkan ke Pemprov Jabar tapi dengan kompensasi. Pada saat itu sudah masuk dalam APBD, nah APBD itu kan produk hukum antara legislatif dan eksekutif yang sudah sah secara hukum, tapi nyatanya dibatalkan dengan segala alasan,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Panggil Dubes Prancis Soal Karikatur Nabi Muhammad, Tapi Belum Ada Respon

Menurut dia, dengan adanya penolakan tersebut, ia menganggap pemerintah tidak membutuhkan dokumen tersebut.

“Dengan adanya penolakan itu, saya berhak mau diapakan benda itu walaupun tadinya saya nomor satukan pemerintah karena saya tahu ini adalah menyangkut tokoh bangsa,” ucap Tito.

Bagikan: