Urus Klaim JHT lewat Lapak Asik BPJAMSOSTEK Purwakarta

KESATUCO. Pandemi COVID-19 berdampak pada meningkatnya klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK. Di sisi lain, dalam pelayanan kini harus mematuhi protokol kesehatan. Namun, BPJAMSOSTEK punya solusinya.

Seperti yang dialami Mochamad Rizal (39). Dirinya datang ke kantor BPJAMSOSTEK Cabang Purwakarta untuk mengurus klaim. Ketika berada ke Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Purwakarta, saat pelayanan, dia hanya menghadap layar monitor. Meski tak bertemu langsung dengan customer service, kurang dari 10 menit semua pelayanannya selesai.

“Saat antre memang lama, tapi pelayanannya lebih cepat,” katanya ditemui di Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Purwakarta, Rabu (24/6/2020).

Baca Juga:  Pendiri PKS Hilmi Aminudin Wafat, Dimakamkan Dengan Protokol Covid 19

BPJAMSOSTEK Cabang Purwakarta sendiri kini melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik, yang terdiri dari kanal online dan kolektif.

“Kami memperkenalkan era pelayanan baru untk memenuhi protokol kesehatan dan peningkatan kapasitas pelayanan tanpa kontak fisik,” kata Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Purwakarta Herry Subroto melalui rilisnya yang diterima redaksi, Rabu (24/6/2020).

Dijelaskannya, Lapak Asik tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung. Kantor cabang BPJAMSOSTEK menyediakan bilik-bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

4-6 Orang Sekaligus

Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan. Sehingga metode pelayanan ini disebut One to Many. “Dengan metode ini, dua pertanyaan sekaligus yang terjawab, terkait protokol kesehatan jaga jarak dan peningkatan kapasitas pelayanan,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemuda di Purwakarta Tewas Bunuh Diri

Selain itu BPJAMSOSTEK juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal Lapak Asik kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.

Herry mengakui selama masa pandemi ini ada peningkatan jumlah kepesertaan yang nonaktif. Meski dia menyebut, tak semua karena PHK, karena ada pula yang meninggal dunia. Begitu pula untuk pengajuan klaim.

Baca Juga:  DKR Gelar Aksi Tuntut Penambahan Kuota PPDB untuk Siswa Miskin

“Salah satu antisipasinya kami siapkan Lapak Asik ini. Semoga dengan kita mematuhi aturan pemerintah, pandemi ini bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia dapat kembali seperti sedia kala,” kata Herry berharap.

Dirinya menambahkan, jumlah pengajuan klaim juga relatif meningkat. Karena itu, pihaknya memaksimalkan layanan Lapak Asik. Dia menyebut, rerata untuk pengajuan klaim secara online bisa mencapai 150.

“Satu customer rerata lima sampai enam menit, setelah selesai bilik disterilkan dengan disinfektan,” ucapnya. (Red)

Bagikan:
Left Menu Icon