Uniknya Sushi Sunda, Makan Sushi dengan Isian Masakan Pedas

KESATUCO. Sajian sushi biasanya diisi dengan berbagai seafood yang menggiurkan. Sebut saja, ikan salmon, tuna, daging sapi, kepiting dan sebagainya. Apa jadinya kalau isian sushi tersebut diganti dengan masakan Sunda? 

Di Kafe Sushi No Mori, warga Bandung akan menemukan masakan sushi yang dikreasikan dengan sushi. Isiannya pun beragam, seperti oncom, daun genjer, kacang, dan leunca. Soal rasa, jangan diragukan.

Varian dari Sundanese Sushi ini menandakan dibukanya kafe Sushi No Mori. Berlokasi di Jalan Riau, tempat makan ini menambah deretan kedai yang menjual kuliner Jepang, yakni sushi.

Ada empat menu pada varian sundanese sushi, yakni genjer oncom sushi roll, pesta karedok leunca sushi roll, kangkung crispy, dan bacem crispy. Semuanya menggunakan bahan baku yang biasa ketika menyantap kuliner Sunda. Sensasi pedas gurih mendominasi varian sundanese sushi.

“Saya melihat restoran yang menjual makanan sushi itu pasarnya mulai banyak, tapi tempatnya tidak bisa bertahan lama,” katanya di Kedai Sushi No Mori, Jalan Riau Minggu (01/03/2020).

Lebih lanjut, diawal-awal merintis usaha restoran ini, penikmat sushi belum banyak seperti sekarang. Perlahan disetiap sudut Kota Bandung mulai bermunculan kedai-kedai yang menjual sushi dengan harga terjangkau.

Lidah masyarakat Indonesia pun sudah tidak lagi asing dengan citarasa sushi, sehingga Angga optimis bisnis sushi pertamanya bisa meraup keuntungan.

Ide membuat sundanese sushi muncul setelah dia melihat banyak orang yang menyukai sushi. Keinginannya menjadikan Bandung sebagai kota kuliner sushi, membuat Angga mulai mengkreasikan makanan Sunda ke dalam sushi.

“Mau mengedukasi pasar kalau Bandung bisa jadi kota sushi. Di sini ada menu yang mau ditonjolkan yaitu semua bahan makanannya khas Sunda,” sambungnya.

Angga menyebut perpaduan kedua citarasa ini sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, apalagi Bandung.

Tergolong unik, seporsi sundanese sushi berisikan delapan potong sushi. Nasi sushi yang sudah ditanak kemudian diisi dengan ragam bahan baku khas Sunda, sepeti oncom, leunca, daun genjer, tempe, dan kangkung. Sebelumnya, isian tersebut diolah dulu sesuai dengan masakan aslinya.

Kemudian, masakan itu digulung bersamaan dengan nasi sushi yang sudah dibalut nori. Rasa nori yang gurih, bercampur dengan pulennya nasi dan sensasi pedas dari isian, membuat siapapun yang mencicipi tidak menyangka.

Pengunjung perlu menerka-nerka untuk menerima citarasa dari sushi Sunda sejak gigitan pertama. Cocolannya pun bukan kuah soyu seperti pada umumnya.

Angga menggantinya dengan sambal terasi. Benar-benar seperti makan makanan Sunda. “Yang benar-benar saya pertahankan adalah sushinya yaitu nasi dan nori. Selebihnya diganti semua dengan masakan Sunda dan sambal terasi,” ungkapnya.

Sushi No Mori memiliki arti Hutan Sushi. Tidak heran, desain ala hutan diaplikasikan pada kafe ini. Dedaunan menjuntai disimpan pada beberapa titik kafe.

Dibuat melingkar, ruangan berlantai tiga ini tidak memiliki tangga. Angga menggantinya dengan jalur lurus seperti menanjak dan menurun. (sab)

Bagikan:
Left Menu Icon