Tulis Hinaan di Akun FB Anggota DPRD Jabar, Dewi Dihukum 1,6 Tahun Penjara, Langsung Banding

KESATUCO. Seorang ibu rumah tangga di Kota Bandung, Dewi Agung Wulansari dinyatakan bersalah oleh hakim di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung pada Senin (23/11/2020). Dewi terbukti melakukan penghinaan, fitnah dan pencemaran nama baik ke Tina Wiryawati, seorang anggota DPRD Jabar.

Penghinaan dan fitnah itu dilakukan Dewi menggunakan akun Facebooknya di kolom komentar akun Facebook Tina Wiryawati.

“‎Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Dewi Agung Wulansari selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan. Menghukum terdakwa‎ membayar denda Rp 10 juta subsidair kurungan 2 bulan,” ujar hakim Dalyusra.

Jaksa dalam kasus ini, Afif Prawiratama‎, sebelumnya menuntut Dewi Agung dengan tuntutan pidana penjara selama 2 tahun. Hakim menyebut, Dewi Agung terbukti melakukan penghinaan di media sosial, melanggar pasal 45 ayat 3 Undang-undang ITE. ‎

Baca Juga:  Ridwan Kamil Semangati Pasien COVID-19 di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya

“Unsur memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat serta yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” ucap Hakim.

Rini Prihandani, pengacara Dewi Agung Wulansari, akan mengajukan banding atas putusan itu.

“Kami ajukan banding karena putusan hakim memberatkan dan tidak adil. Pada kasus sebelumnya saja, dengan terdakwa Dony Mulyana Kurnia (eks Wakil Ketua Kadin Jabar)di kasus ITE, pidananya percobaan 1 tahun,” ucap Rini.

Ia mengatakan, Dewi Agung Wulansari merupakan seorang ibu yang mengasuh dua anak sejak ditinggal cerai oleh suaminya. Hukuman itu tidak mempertimbangkan kondisi psikologis anak-anak terdakwa.

“Dengan hukuman ini, ada dua anak yang ditinggalkan ibunya karena menjalani hukuman. Artinya, putusan hakim tidak mempertimbangkan kondisi terdakwa,” ujar Rini.

Baca Juga:  Wabup Bogor: Pandemi, Pejabat Harus Miliki Sense Of Crisis Tinggi

Kasus ini dilaporkan ke Polda Jabar oleh Tina Wiryawati, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Gerindra. Kasus kasus ini terjadi pada Maret 2019 dan Desember 2018 di Kabupaten Ciamis dan di Kota Bandung.

Pada 20 Desember 2018, saksi Tina Wiryawati dan tim suksesnya berkampanye legislatif DPRD Jabar kemudian diunggah di Facebook.

Pada 23 Desember 2018, ada komentar dikirim oleh username terdakwa di postingan Facebook isinya :

“Save GA agar bisa bertemu ayah kandungnya yaitu suami dr Tina Wiryawati. Tina adalah istri ke-5 dari kapten pilot senior GI’. Kemudian terdakwa kembali berkomentar ; ‘yakin anda akan mendukung wanita seperti ini yang sudah zalim dengan seorang anak yang ingin ketemu bapaknya. Baca dulu dengan bijak jangan tertipu hanya dengan kerudung. Ibu tiri kejam tidak pantas jadi wakil rakyat yntuk partai besar yang terhormat’.

Maret 2019, saksi Tina Wiryawati sedang kampanye di Kabupaten Ciamis, diberitahukan oleh tim suksesnya bahwa ada pesan komentar Facebook atas nama akun terdakwa. Isinya:

Baca Juga:  Harapan Ambu Anne kepada PC APRI Purwakarta

‘Suaminya seorang kapten pilot senior tapi dua anak kandungnya tidak pernah dianggap dan diabaikan. Pantaskah kalian dengan spirit The emak-emak punya caleg yang tidak peduli dengan anak kandung dari suaminya. Dia adalah istri kelima pak poilot. Baca dulu dengan bijak jangan tertipu hanya dengan kerudung ibu tiri kejam tidak pantas jadi wakil rakuat untuk partai besar dan terhormat’.‎

Bagikan: