Tragis, Dua Warga Jombang Tersambar Petir hingga Tewas

KESATUCO. Nasib tragis dialami dua warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keduanya tewas usai tersambar petir saat hujan deras mengguyur wilayah kota santri itu.

Dilansir detik.com, kedua korban meninggal dunia di tempat berbeda. Korban pertama bernama Anang Djuwaheni. Pria berusia 35 asal Jalan Bali, Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini tersambar petir saat mencari rumput di tanah kavling Kelurahan Jombatan sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian, lokasi sedang diguyur hujan deras disertai petir.

Baca Juga:  Sudak Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Kegiatan Belajar di Kota Tasikmalaya Belum Akan Dimulai

“Saksi Sujarwan (48) mendengar bunyi petir tepat di samping rumahnya seperti menyambar sesuatu. Kemudian saksi melihat korban sudah tergeletak di kavling kosong dekat pohon jati dalam keadaan meninggal. Pohon jati di samping korban terbelah kena petir,” kata Kapolsek Jombang AKP Wilono saat dikutip dari detik.com, Minggu (5/4/2020).

Melihat kejadian ini, lanjut Wilono, Sujarwan melapor ke Polsek Jombang. Polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Sedangkan petugas medis memeriksa tubuh korban yang sudah tak bernyawa.

Baca Juga:  Terhenti Akibat COVID-19, PO Bus Ini Tak PHK Karyawannya

“Jenazah kami serahkan ke keluarganya karena pihak keluarga menyadari ini sebagai musibah,” ujarnya.

Sementara korban kedua bernama Tarmijan. Pria berusia 51 tahun asal Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jombang ini tewas tersambar petir saat melintas di Jalan Dusun Kedungbader, Desa Japanan sore tadi sekitar pukul 13.30 WIB.

“Korban dalam perjalanan pulang habis mencari jerami padi. Saat mengendarai sepeda motor, korban kena sambar petir dan langsung meninggal,” terang Kapolsek Mojowarno AKP Yogas.

Baca Juga:  Wakili Ribuan Pedagang, APB Ngadu ke DPRD Jabar

Melihat korban tersambar petir, warga sekitar langsung melapor ke Polsek Mojowarno. Polisi pun datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi.

“Hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Japanan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban meninggal karena petir,” jelas Yogas.

Saat ini jenazah Tarmijan telah diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. “Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tandas Yogas. (dtk)

Bagikan:
Left Menu Icon