Tiga Rumah di Jatiluhur Purwakarta Rusak, Diduga Imbas Kereta Cepat

KESATUCO. Tiga rumah milik warga Kp. Tegal Nangklak RT 21/RW 08 Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta mengalami kerusakan imbas dari pembangunan kereta cepat.

Akibatnya, ketiga pemilik rumah tersebut yaitu Cucu, Nani dan Ati terpaksa meninggalkan rumah karena kondisi rumah yang retak bahkan beberapa bagian tembok rumah terbelah.

Salah satu pemilik rumah, Cucu mengatakan kondisi rumahnya yang rusak dan retak diduga akibat dampak pembangunan kereta cepat. Pasalnya posisi rumah dan pembangunan cukup dekat.

“rumahnya mau pada roboh malah tiga rumah hancur dan retak-retak semakin besar. Di atas rumah itu jalan proyek, getaran ya, dari mesin-mesin, termasuk getaran alat berat dari mesin terowongan,” kata Cucu di Purwakarta, Selasa (12/11/2019).

Cucu pun mengatakan bahwa dirinya terpaksa harus meninggalkan rumah yang ditempatinya itu. Adapun terkait penggantian, dirinya baru diberikan uang sebesar Rp 1 juta untuk mengkontrak sementara waktu.

Sedangkan untuk uang penggantian, dirinya baru mendapatkan secara lisan dari pihak kontraktor kereta cepat yang akan bertanggung jawab.

“Sementara disuruh ngontrak dulu, kalau bilang mah iya mau diganti termasuk rumah yang lainnya yang terdampak, tetapi katanya masih menunggu proses,” ujarnya.

Menurutnya, awal mula retakan yang menimpa rumah dia dan tetangganya terjadi pada awal September 2019. Bahkan bersama warga, pihaknya sudah melayangkan protes. Akan tetapi pihak yang membangun kereta cepat masih mengatakan proses.

Bukan hanya rumah miliknya, tetapi ada sebelas rumah lainnya yang mengalami hal sama meski kondisinya tak separah rumah yang ditinggalinya. Kepada warga pihak kontraktor kereta cepat hanya mengatakan akan diproses cepat apabila sudah terjadi kerusakan yang parah.

“Ya enggak tahu bilangnya masih proses, bahkan pernah dulu diukur-ukur. Kita pernah protes tapi bilangnya masih proses. Bilangnya cuma kalau udah rusak parah ya nanti diganti. Kalau belum ya tinggal dulu aja,” kata Cucu.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian yang menerima aduan dari masyarakat, membenarkan bahwa ada tiga rumah yang mengalami kerusakan.

Pihaknya pun sudah memberikan police line agar masyarakat tidak mendekat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kerusakan tersebut berawal pada September 2019 dugaan karena adanya pergeseran tanah saat proses pembuatan terowongan bawah tanah kereta cepat,” ucapnya.

Dari pantauan terlihat beberapa rumah mengalami kerusakan yang cukup parah, bukan hanya tembok tetapi kerusakan dan retak terlihat di beberapa bagian di rumah termasuk pada bagian lantai.(dds/add)

Bagikan:
Left Menu Icon