Tersangka Yang Ancam Penggal Jokowi Nikah Di Tahanan

KESATUCO. Tersangka yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo, HS (25) melangsungkan pernikahan dengan perempuan berinisal AA. Kendati pernikahan keduanya harus dipenjara, HS merasa bahagia dan bersyukur.

Pernikahan HS dan AA di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya pada Rabu (3/7) diungkapan ayah HS, Budiarta. Anaknya mengaku bahagia bisa menikah pada bulan Syawal 1440 Hijriah.

Baca Juga:  Penuhi Protokol Kesehatan, Stadion GBLA Sudah Bisa Digunakan

“Acara pernikahan berlangsung khidmat. Anak saya istiqomah. Pokoknya dia bahagia walaupun hari pertama atau kedua setelah pernikahan, dia enggak bisa bersama (dengan istri),” kata Budiarta, Selasa (9/7) kemarin.

Berdasarkan keterangan Budiarta, HS melalui kuasa hukumnya mengajukan surat izin pernikahan kepada penyidik pada 10 Juni 2019. Anaknya menilai Syawal merupakan bulan yang tepat untuk melangsungkan pernikahan.

Baca Juga:  Polres Tasikmalaya Kota Akan Tindaklanjuti Laporan Forum Mujahid soal Denny Siregar

“Mereka memang meminta menikah pada bulan Syawal karena dinilai sebagai bulan yang baik. Kita sebagai orang tua hanya mengikuti saja,” jelasnya.

Perlu diketahui, acara pernikahan tersebut dihadiri sekitar 30 orang yakni, orangtua kedua belah pihak, kerabat, dan teman-teman HS.

Sebelumnya, HS ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5).

Baca Juga:  Ditegur Satpol PP Terkait Izin Produksi, Tambang Pasir di Cirende Purwakarta Tutup Aktivitas Galian

HS diduga melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jumat (10/5).

Akibat perbuatannya, HS dijerat pasal makar, yakni Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP Tentang Tindak Pidana Makar. Atas perbuatannya HS terancam penjara seumur hidup. [mam]

Bagikan:
Left Menu Icon