Terduga Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Polisi saat Demo Ditangkap

KESATUCO. RRM (28) terduga pelaku tindak pidana ujaran kebencian, kesusilaan dan penghinaan terhadap institusi Polri akhirnya ditangkap kepolisian Resor Sukabumi Kota.

Sebagaimana diketahui, dalam video viralnya di media sosial dan perpesanan, RRM menyebutkan Polisi dengan kata-kata tak pantas bahkan kasar.

“Polisi anj***, polisi anj*** etamah, naon pak teumawa nanaon aingah kalakah rek ngusir. Demokrasi pak ieu mah. Damai pak, slow, teu mawa naon-naon di dieu mah. Orang sunda aing mah orang Jampang,”  ujar RRM dalam videonya yang viral.

Baca Juga:  Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda: Roda Pemerintahan Tak Terganggu

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan, modus pelaku ujaran kebencian tersebut, bahwa pada Selasa (13/10/2020) sekira pukul 14.00 WIB ikut aksi unjuk rasa di daerah Patung Kuda Jakarta.

Saat berunjuk rasa pelaku membuat swavideo dengan berkata kasar kepada Polisi secara berulang-ulang sambil mengacungkan jari tengah tangan kanannya.

“Sesampainya di Sukabumi pelaku ini, membagikan videonya kepada teman-temannya. Sehingga video yang dibuat oleh pelaku viral di media sosial,” kata Sumarni saat konferensi persnya, Jumat malam (16/10/2020).

Baca Juga:  Seluruh Paslon di Sukabumi Langgar Protokol Kesehatan

RRM ditangkap Rabu (14/10/2020) malam oleh Satreskrim Polres Sukabumi Kota, saat berada di rumahnya. Yakni beralamat di Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

“Barang bukti yang kita sita di antaranya, satu unit gawai merk Realme 5 pro. Gawai ini digunakan tersangka untuk membuat dan menyebarkan video. Kemudian, kaos oblong hitam lengan panjang dan celana panjang warna coklat yang digunakan pelaku saat itu,” kata Sumarni.

Akibat ulahnya tersebut, RRM akhirnya dikenakan P.asal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 ayat 2 uu RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu Ri no. 11 tahun 2008 tentang ITE, Pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 aya (1) uu RI no. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu RI no 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 207 KUHP.

Baca Juga:  Seluruh Paslon di Sukabumi Langgar Protokol Kesehatan

“Tersangka ini ancaman penjaranya maksimal 6 tahun. Saat ini pelaku sedang diperiksa guna penyelidikan lebih lanjut,” ucap Sumarni. (Her/Ded)

Bagikan: