Terbukti Buang B3 ke Sungai Citarum, Pabrik di Bandung ini Didenda Rp 200 juta

KESATUCO. Pengadilan Negeri Bale Bandung menyatakan PT Lucantex, pabrik kain tenun di Kecamatan Dayehkolot Kabupaten Bandung terbukti bersalah melakukan tindak pidana membuang limbah batu bara ke lingkungan tanpa izin.

Dikutip dari situs Pengadilan Negeri Bale Bandung, sipp.pn-balebandung.go.id,  vonis dibacakan pada 21 Oktober 2019. Majelis hakim yang mengadili kasus ini yakni Sihar Hamonangan sebagai ketua dan Tohari Tapsirin dan Dinahayati Syofyan sebagai hakim anggota.

“Menyatatakan terdakwa PT Lusantex yang diwakili Carter Lukman, terbukti bersalah melakukan dumping limbah B3 tanpa izin. Menjatuhkan pidana denda senilai Rp 200 juta. Dengan ketentuan jika dalam 1 tahun tidak dibayar, sebagian aset disita dan dijual atau dilelang untuk membayar denda.” ujar Ketua Majelis Hakim, Sihar Hamonangan dikutip dari situs resmi PN Bale Bandung, Selasa (5/11).
Dalam vonisnya, Carter Lukman itu terbukti  bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di Pasal 104 juncto Pasal 116 ayat 1 Undang – undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Dalam putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman agar PT Lucantex memperbaiki IPAL maupun lingkungan sekitar karena pencemaran limbah tersebut.  Yakni dengan cara membersihan limbah B3 berupa bottom ash, fly ash batu bara.
“Mengoptimalisasi IPAL dan mengalirkan air limbah hasil pencucian kain grey ke IPAL sampai batas baku mutu. Lalu membuat tempat penyimpanan sementara (TPS) dan menempatkan limbah B3 ke T‎PS,” ujar hakim.
Hukuman dari hakim lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Bale Bandung yang pada sidang sebelumnya menuntut agar PT Lucantex dihukum denda RP 400 juta.
Kasus ini bermula dari aktifitas pabrik yang menghasilkan limbah B3 batu bara berupa bottom ash dan fly ash. Limbah berbahaya itu disimpan dan ditimbun tanpa izin dari pihak yang berwenang. Limbah B3 yang dihasilkan per 6-7 bulan mencapai 9 ton. Sedangkan limbah batu bara yang tercampur dalam air dalam dalam enam bulan mencapai 10 kg kemudian dibuang ke Sungai Citarum.
Hasil uji laboratorium, limbah B3 mengandung logam berat seperti Cu, Zn, Cd, Pb, Ni dan Cr total yang beracun. Limbah cair yang dibuang bersama B3 melebihi baku mutu yakni COD 178 mg/liter. sedangkan baku mutu COD mencapai 150 mg/liter.
Bagikan:
Left Menu Icon