Terbongkarnya Wisata Seks, Komisi V DPRD Jabar Akan Sidak ke Kabupaten Bogor

KESATUCO. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Ade Kaca S.E memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian Republik Indonesia, yang berhasil membongkar praktek kawin kontrak dengan dalih nikah sirih di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Apresiasi pun ia sampaikan untuk Gubernur Provinsi Jawa Barat, HM Ridwan Kamil. Apresiasi yang disampaikan Ade Kaca dibubuhi dengan alasan. Menurutnya, pada praktek kawin kontrak tersebut ada norma yang dilanggar.

“Terimakasih untuk jajaran Polri dan Gubernur Jawa Barat, yang sudah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. Kang Emil sebagai Gubernur Jabar begitu respon terhadap persoalan social. Artinya hal sekecil apa pun tidak bisa lepas dari perhatian beliau. Itulah sejatinya pemimpin yang diharapkan rakyat,” ujar Ade Kaca saat dihubungi kesatu.co, Senin (18/02/2020).

Ade Kaca mengaku sangat prihatin dan menyayangkan, persoalan kawin kontrak digunakan sebagai istilah wisata seks. Karena dalam hal ini, dengan adanya istilah wisata seks terkesan ada pembiaran dari pemerintah Kabupaten Bogor, karena permasalahan ini sudah lama terjadi.

“Istilah wisata seks ini terjadi sudah lama, sehingga saya menangkap bahwa ada kesanPemerintah setempat tutup mata. Dengan terbongkarnya kasus ini, semoga semua pihak bisa mengambil hikmahnya serta menjadi pembelajaran untuk tidak terulang kembali,” katanya.

Ade Kaca mengajak semua pihak untuk bersinergi secara utuh, khususnya untuk semua pemangku kebijakan. Jajaran pemerintah dari pusat dan Pemprov dan Pemkab untuk sama-sama berkomitmen. “Insya Allah kami dari Komisi V DPRD Jabar ingin meninjau secara langsung dan meminta informasi dari Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Prov Jawa Barat,” imbuhnya.

“Kami ingin mendapatkan informasi sedetil mungkin. Kapan mulai terjadi dan muncul istilah wisata seks di Kabupaten Bogor. Siapa dan berapa jumlah pelaku, darimana asal mereka, apa latar belakang dan alasan mereka menggunakan istilah wisata seks. Apa dampak negatif yang terjadi karena istilah ini. Dan yang paling penting, apa saja yang sudah dilakukan Pemkab Bogor selama ini,” tambahnya.

Ade Kaca berharap masyarakat di Indonesia, khususnya kaum hawa untuk dapat menjaga kehormatannya dengan baik, jangan mudah terbujuk rayu dan iming-iming apapun. Kaum hawa harus diingat dampak negatif dari bisnis seperti itu, jangan hanya memikirkan keuntungannya saja.

“Saya juga tekankan kepada para pelaku untuk berhenti melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. Negara ini bisa hancur apabila prilaku seks bebas dengan dalih kawin kontrak menjamur kemana-mana. Apa yang akan terjadi dengan generasi kita mendatang. Untuk itu saya tekankan kembali agar pemerintah lebih sigap menyikapi persoalan sosial di masyarakat,” tandasnya. (aa)

Bagikan:
Left Menu Icon