Tempat Hiburan Ditutup Pendapatan Kas Daerah Purwakarta Kena Dampak

KESATUCO. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Purwakarta menyebut penutupan tempat hiburan atau destinasi wisata berdampak pada pendapatan yang masuk ke kas daerah.

Seperti diketahui, guna mencegah penyebaran Virus Korona penyebab COVID-19, tempat hiburan maupun rekreasi di wilayah Purwakarta ditutup hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Hal ini tindaklanjut dari Surat Keputusan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika untuk memperpanjang masa penutupan guna mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah Purwakarta.

Dampaknya pada pemasukan kas daerah ini pun diakui oleh Kepala Bidang Pendapatan 1 Al Fatah. Dirinya menyebutkan, pendapatan pajak di sektor hiburan dan wisata sangat terasa akibat wabah COVID-19 ini.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara, Ribuan Anggota dan PNS Polda Jabar Naik Pangkat

Bahkan, pihaknya pun telah memperkirakan dua jenis pajak itu menjadi yang tak tercapai pada triwulan kedua ini.

“Tapi ada yang masih kami perkirakan tercapai yakni dari pajak penerangan jalan (PPJ). Meski pemerintah pusat menggratiskan listrik subsidi 450 VA dan diskon 50 persen 900 VA. Kami optimis bisa menggali PPJ yang dari perusahaan-perusahaan,” kata Fatah di Purwakarta, Senin (6/4/2020).

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-74 Jadi Berkah bagi Pengusaha Karangan Bunga

Tak hanya PPJ, lanjut Fatah, ada pajak lain yang diperkirakan bisa tercapai pada triwulan kedua ini. Yakni, pajak air dan tanah. Terlebih pihaknya pada awal tahun kemarin melalui Pergub Jabar melakukan pola perhitungan air dan tanah. Sehingga, adanya kenaikan terhadap wajib pajak saat itu.

“Lalu, untuk restoran di triwulan kedua ini kami optimis bisa tercapai juga karena ada sumber lain seperti katering. Sehingga kami bisa gali potensi lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Anak Sekda Karawang Negatif Konsumsi Sabu, Akan Dicek Darah dan Rambut

Ketika disinggung terkait target 2020 dari pajak hiburan dan wisata, Fatah yang dituntut untuk lebih inovatif guna mencapai target 2020 ini, mengaku memilih wait and see.

“Kami menunggu dan melihat perkembangan kasus COVID-19 ini. Sebab sejauh ini sudah ada tujuh perusahaan seperti kedai dan rumah makan yang memilih untuk tutup. Insya Allah, kami akan kebut nanti pada triwulan ketiga guna menutupi kekurangan triwulan dua,” katanya.(Hru/Ded) 

Bagikan:
Left Menu Icon