Tekan Sebaran COVID-19, Pemkab Purwakarta Mengintensifkan Operasi Yustisi

KESATUCO. Pemkab Purwakarta mengintensifkan operasi yustisi guna menekan sebaran COVID-19 di wilayahnya. Masyarakat yang terjaring operasi karena tak menerapkan protokol kesehatan terpaksa disanksi tegas oleh petugas. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Purwakarta, Aulia Pamungkas mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah sejak lama mengintensifkan operasi yustisi. Bahkan, penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan juga sudah dilakukan sejak akhir Agustus 2020 lalu.

“Mereka yang terjaring operasi yustisi, langsung diberikan sanksi saat itu juga. Ada yang mendapat sanksi berupa teguran, peringatan tertulis hingga sanksi sosial,” ujar Aulia melalui rilisnya, Selasa (8/6).

Baca Juga:  Kawasan Konservasi Dekat Pemukiman Rawan Terjadi Gangguan

Menurutnya, selama operasi yustisi, hingga Minggu (6/6) kemarin tercatat ada sekitar 9.430 pelanggar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.062 di antaranya mendapat sanksi berupa teguran tertulis.

“Sedangkan sisanya, yakni 7.368 pelanggar mendapat sanksi sosial. Jumlah warga yang terjaring ini merupakan akumulasi selama kegiatan operasi yustisi,” kata Aulia.

Baca Juga:  Wujudkan Desa Wisata, Komisi I DPRD Jabar Apresiasi BUMDes Bina Laksana

Adapun penerapan sanksi ini merujuk pada amanat yang tertuang dalam peraturan bupati (Perbup) No. 198 tahun 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggar tertib kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Kebijakan ini, juga merujuk pada instruksi Presiden (Inpres) No. 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19.

“Sanksi seperti ini untuk memberikan efek jera. Ini juga demi kebaikan bersama untuk menekan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Baca Juga:  Beri Kemudahan Pendaftaran dan Pembayaran Iuran, BPJAMSOTEK Gandeng LinkAja

Disebutkannya, operasi yustisi hingga kini masih diintensifkan. Adapun untuk lokasinya bukan hanya di wilayah perkotaan saja, melainkan tersebar di sejumlah wilayah lainnya. Termasuk, di wilayah perbatasan kabupaten.

“Dalam operasi ini, kami turut menggandeng unsur TNI/Polri. Sehingga, operasi ini dilakukan secara massif di seluruh wilayah,” ucap Aulia. (Red1)

Bagikan: