Tak Terima Bendera Dicopot, FBR Tangsel Ngamuk di Balaikota - Kesatu.co

Tak Terima Bendera Dicopot, FBR Tangsel Ngamuk di Balaikota

KESATUCO. Massa ormas Forum Betawi Rempug (FBR) mengamuk di Balaikota Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (3/12/2019).

Massa FBR datang mengenakan atribut lengkap bergerombol mengendarai mobil dan sepeda motor.

Kedatangan massa FBR membuat ciut sekuriti penjaga kantor Walikota Airin. Beberapa di antaranya berlindung dan masuk ke dalam gedung.

“Betawi! Rempuuug!” seru massa kompak.

Beruntung tak lama kemudian, Kapolres AKBP Ferdy Irawan datang bersama pasukan bersenjata lengkap. Setelah melakukan dialog dengan pimpinan FBR, lantas dilakukan audiensi melibatkan Satpol PP, Polisi dan TNI.

Kemarahan massa FBR dipicu pencopotan bendera mereka saat penertiban Bangunan Liar (Bangli) oleh Satpol PP di kawasan Gaplek, Ciputat, pagi tadi.

Setelah selesai audiensi, akhirnya secara mengejutkan Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Sapta Maulana, meminta maaf kepada massa FBR. Dengan wajah pucat, dia melontarkan pernyataan itu di bagian lobi utama kantor Airin.

“Atas kelakukan dan sikap saya yang memindahkan tiang bendera FBR, atas peristiwa itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya memindahkan supaya menjaga agar bendera tidak kotor dan tidak menyentuh tanah. Atas nama Satpol PP, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Sapta, disambut teriakan massa.

Sekretaris FBR Kota Tangsel, Satiyan, menjelaskan duduk perkara yang membuat massa menggeruduk kantor Airin. Menurut dia, kesalahpahaman itu terjadi saat ada potongan video yang menunjukkan petugas Satpol PP mengangkut bendera FBR dalam penertiban.

“Informasi dari temen di lapangan, saya lihat di video kalau ada bendera FBR dicopot, itu sensitif buat kita. Perkara tadi misalnya nggak ngerti, ya kan bisa ditanya ke anggota kita di gardu, biar mereka yang memindahkan bendera itu,” ucapnya.

Meski demikian, atas permintaan maaf Satpol PP itu maka FBR Korwil Tangsel secara lapang dada memaafkan dan menganggapnya sebagai kesalahpahaman. Namun, pihak Satpol PP tetap diminta mendatangi gardu di lokasi penertiban bendera untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.(azh/add)

Bagikan:
Left Menu Icon