Tak Dapat Japrem, Tiga Oknum Anggota Ormas di Kota Bandung Ngamuk

KESATUCO. Tiga oknum anggota salah satu ormas di Kota Bandung ditangkap polisi karena merusak lapak pedagang pakaian di Jalan AH Nasution, Ujungberung, pada Senin (18/5/2020).

“Sudah kami amankan tiga orang anggota salah satu ormas di Kota Bandung, terkait perusakan barang milik orang lain. Tapi masih kami kembangkan penyelidikannya,”  ujar Kapolsek Ujungberung, Kompol Haryadi melalui telepon selulernya, Kamis (21/5/2020).

Motif perusakan lapak pedagang pakaian itu, sambungnya, diwarnai permintaan jatah preman (japrem) dari anggota salah satu ormas itu.

“Awalnya sih mereka pakai surat permohonan minta sumbangan, tapi tidak diberi kemudian mereka ngamuk dan menyerang pedagang,” katanya.

Baca Juga:  Cegah Penularan COVID-19, Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Kerja Ditingkatkan

Dalam peristiwa itu, barang-barang dan lapak dirusak. Sejumlah orang juga mengalami luka karena terkena pukulan para pelaku.

“Ada yang kena luka pukul, tidak ada yang kena luka bacok. Tiga orang yang diamankan itu masih usia muda. Saat ini situasi kembali kondusif,” ujar Haryadi. ‎

Minta Jatah Tak Dikasih

Saksi mata, Rizki (35) mengatakan, sebelum kejadian, pemilik lapak bernama Indra Sofyan warga setempat sedang berjualan pakaian‎. Tiba-tiba didatangi sekelompok orang.

Baca Juga:  Peduli Atlet dan Pemuda, Dessy Dorong Pembangunan Berbagai Fasilitas

“Saya ada di lokasi kejadian saat itu. Nah mereka tiba-tiba datang, setahu dan sepenglihatan saya, mereka minta jatah, sama yang punya, Indra Sofyan tidak dikasih. Akhirnya mereka pergi,” kata Rizki saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

‎Suasana kembali normal setelah mereka pergi. Namun, tak berselang lama, orang-orang yang sama datang kembali ke lapak dagangan pakaian itu.

“Yang punya tempat langsung lari ke belakang. Mereka berusaha mengejar dan merusak barang dagangan, bahkan ada etalase warung makan juga dirusak,” kata Rizki.

Baca Juga:  Klaster Covid 19 Secapa AD Bandung, 1,262 Orang Tertular

Kawanan pelaku, diduga anggota ormas itu langsung melarikan diri usai melakukan perusakan. Polisi yang mendapat laporan langsung menangani kasus itu.

“Setelah perusakan langsung pergi. Polisi sudah turun tangan karena warga melaporkan kejadian itu,” katanya.

Menurut dia, setiap jelang Lebaran memang selalu ada penjual pakaian. Setiap itu pula, sering ada yang meminta jatah.

“Mungkin tahun ini dagangannya sepi karena PSBB, diminta jatah enggak ada, akhirnya marah-marah,” katanya‎. (ROY/DED)

Bagikan:
Left Menu Icon