Tabrakan Pesawat ke Asteroid, Upaya NASA cs Amankan Bumi

KESATUCO. Dikabarkan, puluhan atau bahkan ratusan asteroid tengah melintas ke arah Bumi. Para ilmuwan dari lembaga antariksa meyakini suatu saat nanti bumi akan dihantam serbuan asteroid, meski sejauh ini planet yang kita tempati masih aman.

Menabrakkan sebuah pesawat luar angkasa ke asteroid menjadi cara para astronom dari lembaga antariksa internasional jika batuan angkasa itu dianggap membahayakan kelangsungan Bumi.

Mengutip laman Science Alert, Jumat (20/9/2019), asteroid yang akan jadi target uji coba adalah Didymos B. Asteroid ini adalah asteroid terkecil di antara dua objek di sistem asteroid Didymos.

Alasan mengapa DART dipilih adalah untuk menguji apakah tabrakan pesawat luar angkasa bisa membelokkan lintasan asteroid. Upaya penanggulangan asteroid bersama ini dinamakan proyek AIDA dan diprakarsai lembaga antariksa Eropa (ESA) dan NASA.

Proyek ini sebenarnya sudah diumumkan sejak 2015, tetapi temuan mengejutkan mengenai banyaknya asteroid yang mengarah ke Bumi menjadi implikasi untuk pengujian.

Misalnya, saat pesawat angkasa Hayabusa2 milik JAXA mengebom asteroid Ryugu pada April 2019. Bom tersebut menciptakan ledakan dan membuat kawah berukuran cukup besar. Selanjutnya, material di permukaan asteroid menjadi mirip pasir.

“Tabrakan dengan Hayabusa2 menunjukkan tidak ada kohesi di permukaan dan regolith bersifat seperti pasir alami. Gravitasi mendominasi proses, bukan kekuatan intrinsik dari material pembentuk asteroid,” kata ilmuwan planet Patrick Michel dari CNRS dikutip dari liputan6.com.

Dia menambahkan, meskipun gravitasi dominan di asteroid Didymos B, ilmuwan menyebut bisa saja terbentuk kawah yang lebih besar dari tabrakan.

“Pada akhirnya, sangat sedikit yang diketahui dari perilaku kecil ini dan membawa konsekuensi besar bagi pertahanan planet,” tutur Michel.

Astronomer ESA Ian Carnelli yang mengikuti joint meeting di Jenewa menyebut, “kita adalah manusia pertama dalam sejarah yang punya teknologi yang berpotensi membelokkan asteroid agar tidak menabrak Bumi.”

Disebutkan, ketika pesawat DART menabrak Didymos B dengan kecepatan 23.760 km per jam hanya akan mengubah kecepatan asteroid sekitar 1 cm per detik.

Jika asteroid tunggal, mungkin para ilmuwan tak bisa mendeteksi hal ini, tetapi dalam sistem Didymos, tabrakan diperkirakan bisa mengubah periode orbital. Pergerakan Didymos B bisa pun bisa melambat. DART dijadwalkan untuk meluncur pada Juli 2021. Sementara tabrakan diperkirakan terjadi di September 2022.

Misi kedua tabrakan pesawat angkasa dengan asteroid akan melibatkan Hera milik ESA. Hera dijadwalkan akan meluncur pada 2023 dan akan sampai ke Didymos B pada 2027.

Karena sistem asteroid tersebut tidak terlihat dari Bumi, Hera akan memberikan informasi rinci mengenai seberapa besar tabrakan DART membuat Didymos B berpindah arah.

Bagikan:
Left Menu Icon