Sunan Kalijaga Dampingi 10 Korban Aku Mobil Lapor Polisi - Kesatu.co

Sunan Kalijaga Dampingi 10 Korban Aku Mobil Lapor Polisi

KESATUCO. Pengacara Sunan Kalijaga dampingi 10 korban Aku Mobil melaporkan kasus dugaan penipuan penggelapan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPKT) Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka Jumat (8/11).

Kasus ini bermula pada Juni 2019, Aku Mobil menggelar flash sale mobil dengan harga pasaran di atas Rp 150 juta‎ ditawarkan dengan harga Rp 50 juta. 1700-an orang berbondong-bondong membeli dengan menyetorkan uangnya ke perusahaan tersebut.

Sebagian diantaranya mendapatkan mobil yang diinginkan. Namun, sebagian besar justru tidak mendapatkan mobil itu hingga saat ini.  Dirut Aku Mobil, Bryan (31), jadi tersangka dan ditahan.

“Kedatangan saya ke  Polrestabes Bandung untuk mendampingi para korban penipuan atau penggelapan. Kami melaporkan PT Aku Digital Indonesia atau yang dikenal Aku Mobil,” ujar Sunan Kalijaga.

Penetapan tersangka Bryan berdasarkan tiga laporan polisi. Jumlah laporan polisi bertambah seiring kedatangan konsumen Aku Mobil bersama Sunan Kalijaga.
Pengacara yang populer usai menangani artis Jennifer Dunn itu mengaku mendapat 80 surat kuasa.

‎”Hari ini kami resmi melaporkan ada 10 laporan polisi dan ini akan terus bertambah karena saya mendapatkan kuasa dari 80 orang,” ujarnya.

‎Penyidik Satreskrim Polrestabes menerapkan Pasal 378 dan 372 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan. Belakangan, penyidik juga menerapkan pasal pencucian uang karena ada aset bergerak yang sudah disita, dibeli menggunakan dana konsumen.

“Analisa saya dari kacamata hukum ada dugaan penipuan penggelapan. Dasarnya jelas awalnya seperti apa, transfer dana ada kesepakatan seperti apa dan tidak ada penyelesaian atau unit diterima oleh para korban,” ujarnya.

Data yang dikelola polisi menyebut korban yang sudah menyerahkan uang untuk mobil sebanyak 1.342 orang dan motor sebanyak 408 orang. Ia menyebut mobil yang dijual seharga Rp 50 juta tidak masuk akal. ‎

“Kalau saya bilang enggak masuk akal. ‎Kalau buat saya kan namanya perusahaan banyak orang. Korban diiming-imingi oleh siapa, jadi saya yakin ini pelakunya tidak tunggal,” ujarnya.‎

Bagikan:
Left Menu Icon