Sulit Dibedakan, Berikut Perbedaan Sakit Pinggang dengan Sakit Ginjal

KESATUCO. Bagi masyarakat awam, gejala sakit pinggang dan sakit ginjal sulit dibedakan. Tak jarang keduanya seringnya tertukar. Lokasinya yang berdekatan menjadi salah satu penyebab dua gejala ini sulit dibedakan.

Tak seperti sakit pinggang yang kerap dianggap enteng, sakit ginjal bisa berakibat fatal jika dibiarkan. Sakit pinggang pun tak bisa dibiarkan begitu saja. Tidak semua sakit pinggang dapat disembuhkan menggunakan obat Nsaid. Malah bila dikonsumsi lebih dari satu pekan, akan mengakibatkan tingginya tingkat resiko penyakit jantung sebesar 58 persen.

Nah sebelum salah obat, yuk kenali lebih lanjut perbedaan antara keduanya! Seperti dikutip kesatu.co dari hellosehat.com, ada beberapa cara membedakan sakit pinggang dengan sakit ginjal.

1. Lihat lokasi sakitnya
Lokasi sakit pinggang dan sakit ginjal sering sulit dibedakan. Namun, sakit ginjal biasanya terjadi di area lebih atas dari pinggang Anda, yaitu di sekitar punggung tengah.

Sementara itu, sakit pinggang lebih terpusat di punggung bawah, di atas tulang ekor dan area bokong. Sakit pinggang juga umumnya terasa di kedua sisi pinggang.

2. Dari rasa sakitnya
Rasa nyeri akbat sakit ginjal biasanya terasa lebih tajam jika diakibatkan oleh batu ginjal. Apabila penyebabnya adalah infeksi ginjal, rasa sakitnya lebih tumpul.

Sakit pinggang akibat nyeri otot rasanya tumpul dan tidak dalam. Sakit pinggang yang diakibatkan nyeri saraf juga menimbulkan sensasi panas seperti terbakar.

Nyeri akibat sakit ginjal akan terasa lebih parah dan terasa konstan (menetap; tidak hilang) dibanding sakit pinggang biasa. Sakitnya juga bisa semakin memburuk ketika Anda melakukan gerakan tertentu. Sakit pinggang umumnya tidak seperti ini.

3. Penyebaran rasa sakitnya
Cara lainnya untuk membedakan antara sakit pinggang dan sakit ginjal adalah dari lokasi penyebarannya. Nyeri sakit ginjal biasanya bisa menyebar hingga ke paha dalam atau perut bagian bawah.

Sementara itu, penyebaran nyeri sakit pinggang biasanya hanya sebatas di di sekitar punggung bawah sakitnya jika diakibatkan oleh nyeri otot. Apabila disebabkan oleh nyeri saraf, sakit pinggang bisa menyebar hingga ke tungkai kaki.

4. Dari gejala penyertanya
Agar Anda bisa membedakan mana sakit pinggang dan sakit ginjal, perlu juga untuk mengamati gejala lainnya selain rasa sakitnya itu sendiri.

Gejala penyerta sakit ginjal:
• Demam dan menggigil
• Mual dan muntah
• Urine lebih gelap
• Sakit saat buang air kecil
• Mengalami ISK
• Ada darah dalam urine
• Keluar batu kerikil kecil dari urine saat buang air kecil
• Suka tiba-tiba ingin buang air kecil

Gejala penyerta sakit pinggang:

• Area yang sakit tampak bengkak
• Kejang otot di area yang sakit
• Mati rasa atau lemas di salah satu atau kedua kaki (kalau sakitnya akibat nyeri saraf, bukan nyeri otot).

Jika Anda merasa yakin sakit pinggang tetapi juga tidak bisa buang air kecil atau buang air besar sebaiknya segera cek ke dokter. Ini bisa saja menandakan penekanan saraf tulang belakang yang disebut cauda equina syndrome. Cauda equina syndrome bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada saraf tulang belakang, maka harus segera diobati sebelum semakin parah.

5. Cara mengobatinya
Nyeri akibat sakit ginjal biasa tidak akan hilang meski Anda bergerak. Nyeri itu akan tetap terasa meski Anda sedang rebahan, duduk, berdiri, atau berjalan.

Kebalikannya, sakit punggung bisa mereda atau semakin parah dengan gerakan tertentu. Misalnya saat duduk atau berdiri dalam waktu lama, biasanya sakitnya jadi semakin parah. Kalau Anda mengubah posisi, misalnya dengan berjalan sakitnya bisa mereda.(din)

 

sumber: hellosehat.com

Bagikan:
Left Menu Icon