Sudak Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Kegiatan Belajar di Kota Tasikmalaya Belum Akan Dimulai

KESATUCO. Kota Tasikmalaya akan memulai fase adaptasi kebiasaan  baru mulai Selasa 2 Juni 2020. Namun, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kota Tasikmalaya belum ditentukan kapan dimulai.

Sejumlah aktivitas yang sebelumnya dibatasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kini mulai diizinkan pada fase adaptasi kebiasaan baru. Seperti kegiatan di rumah ibadah, pusat pertokoan, mal, dan pasar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Kasdam III/Slw Buka Latihan Posko I Korem 063/SGJ

“Kegiatan belajar belum ada keputusan, baik dari Kemenag maupun Kemendikbud. Kita masih menunggu,” kata Walikota Tasikmalaya Budi Budiman Senin(01/06/2020).

Namun, Pemkot Tasikmalaya mulai mengantisipasi kedatangan santri dari luar daerah pada tahun ajaran baru nanti. Sebab, Budi menyebut, di wilayahnya terdapat ratusan pesantren.

Artinya, ketika santri yang sebelumnya pulang ke daerah asalnya selama pandemi Covid-19 mulai terjadi berpotensi kembali lagi ke pesantren.

Baca Juga:  Hotel di Sukabumi Akan Dijajaki Jadi Tempat Isoman

Ia mengatakan, saat ini terdapat 264 pesantren di Kota Tasikmalaya. Jika diasumsikan, akan ada ribuan santri yang akan datang dari luar daerah ke Kota Tasikmalaya.

“Kami akan koordinasi agar pesantren digunakan sesuai kapasitas. Kalau bisa 70 persen dari kapasitas, jadi tak penuh,” kata budi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh waga yang datang dari luar kota harus membawa surat keterangan sehat atau minimal bukti uji cepat (rapid test). Apalagi warga yang datang dari zona merah.

Baca Juga:  BPJAMSOSTEK Purwakarta Serahkan Santunan JKK Senilai Rp374 Juta

Ia menambahkan, pihaknya berencana melakukan rapid test massal. Namun, lokasi tempat tes massal itu belum bisa ditentukan.

“Tim survailans terus bekerja untuk menentukan wilayah prioritas. Karena rapid test tak bisa dilakukan di semua tempat,”pungkas dia.

Bagikan: