Ss, Pria di Purwakarta Ditahan, Cabuli Anak di Bawah Umur Hingga Hamil

KESATUCO. Diming-imingi janji manis bakal dinikahi sang pacar, seorang wanita, anak di bawah umur berusia 14 tahun jadi korban pencabulan oleh pelaku berinisial SS (23).
Bahkan, akibat perlakuan bejat SS korban saat ini hamil.

Kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Purwakarta. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Purwakarta mendampingi korban.

Komisioner KPAI Kabupaten Purwakarta, Dandi Prima Kusuma mengatakan, awalnya pelaku menjanjikan akan menikahi korban, sehingga membuat korban mau melakukan perbuatan tersebut.

“Awal mula diketahui karena anak ini mengadu kepada ibunya tentang perbuatan yang dilakukan SS terhadap dirinya,” jelas Dandi di Purwakarta, pada Rabu (5/8/2020).

Baca Juga:  Fadli Zon: Rezim Komunis Memang Kejam

Ia melanjutkan, pelaku melakukan perbuatannya tersebut sebanyak dua kali. Pertama melakukan aksinya itu di rumah pelaku dan yang kedua di lingkungan yang dekat rumah pelaku.

“Kami akan terus melakukan pendampingan kepada korban, mulai dari pemeriksaan kehamilan, kelahiran, hingga pemulihan kondisi psikologis korban. Karena itu merupakan bagian dari hak korban yang tercantum dalam undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak” ucap Dandi.

Baca Juga:  Harga Pupuk Bersubsidi Naik, Petani di Kota Sukabumi Menjerit
Ss Ditahan

Kapolres AKBP Indra Setiawan melalui Kasat Reserse Kriminal AKP Fitran Romajimah membenarkan adanya kasus itu.

“Awal mula diketahui, sekira awal bulan Juli 2020 korban bercerita ke ibunya kalau dia sudah tidak haid. Setalah itu, oleh ibunya korban di lakukan tes pack dan hasilnya positif hamil. Untuk memastikan, korban di bawa ibunya melakukan cek kehamilan di bidan. kemudian orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Purwakarta,” ungkap Fitran, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Baca Juga:  Fahmi Ajak Media Angkat Potensi Wilayah

Tersangka menyetubuhi korban masih di bawah umur sebanyak dua kali dan saat ini korban sedang hamil 4 bulan.

“Modus tersangka dengan memacari korban, rayu-rayu mau dinikahi lalu diajak ke rumah tersangka lalu disetubuhi. Korban hamil 4 bulan,” jelas Fitran.

Tersangka dapat dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1,2 dan 3 Jo Pasal 82 Ayat 2 , Undang-undang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Saat ini palaku sudah diamankan di Mapolres Purwakarta,” ucap dia.

Bagikan: