SPBU Asing Marak, Hiswana Migas Priangan Timur Minta Pemerintah Bijak

Diduga Banyak Yang Tak Kantongi Izin

KESATUCO. Pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas atau Hiswana Migas Priangan Timur meminta pemerintah bijak. Yakni dalam menyikapi maraknya SPBU asing dengan mengeluarkan regulasi guna menata dan membendung gelombang perusahaan asing yang membuka SPBU.

Ketua Hiswana Migas Priangan Timur H Sigit Wahyu Nandika menanggapi serius maraknya SPBU asing yang diduga tak berizin. Hal ini, kata Sigit, harus segera diantisipasi untuk melindungi pelaku usaha kecil lokal agar kios BBM-nya tidak gulung tikar.

Baca Juga:  Kelola Duit WTP, Purwakarta Dapat Insentif Daerah Rp 11,9 Miliar

“Diduga tidak mengantongi izin yang seharusnya dari pemerintah setempat. Bangun dulu, baru mengurus perizinan. Di Kota Tasikmalaya ada yang sudah disegel,” kata Sigit di Kota Tasikmalaya, Jumat (4/8/2020).

Ia menambahkan, di wilayah Kota Tasikmalaya terdapat SPBU investor asing sebanyak sembilan unit. Diduga belum ada satu pun yang mengantongi IMB sekali pun.

Baca Juga:  Gegara Percikan Las, Toko Bangunan di Purwakarta Terbakar

Data tersebut, kata dia, hasil pertemuan dengan Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Tasikmalaya.

“Di Ciamis banyak, Kabupaten Tasik juga. Pemerintah diharapkan arif dan bijaksana. Kami mengurusi segala macam prosedur. Kami juga siap bersaing secara fair meski kompetitornya produk asing sekali pun,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerbang Mapolresta Tasikmalaya Ditabrak Pria Tak Dikenal

Di lain pihak, ketika ditanya terkait rencana penghapusan BBM jenis pertalite dan premium, pada prinsipnya Hiswana Migas mendukung program pemerintah. Sebab, kata dia, merupakan amanat undang-undang dan tinggal menunggu kebijakan terkait harga.

“Soal harga dan adaptasi kebutuhan masyarakat itu merupakan pertimbangan pemerintah. Kita di lapangan menyesuaikan,” ucapnya. (Red)

Bagikan: