Sopir dan Kernet di Majalengka Jadi Korban Curas

KESATUCO. Sopir dan kernet di Majalengka jadi korban pencurian dengan kekerasan alias curas. Keduanya adalah Tatang Taupik Hidayat (32), dan Yana (31), warga Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Ps Paur Subbagian Humas Aipda Riyana mengatakan, curas yang dialami sopir dan kernet tersebut terjadi pada Jumat (27/3/2020) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

TKP-nya di Jalan Raya Talaga – Bantarujeg, tepatnya daerah Blok Dahu, Desa Wado, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.

“Waktu itu, korban sedang dalam perjalanan dengan mengendarai mobil jenis pikap,” kata Kapolres di Mapolres Majalengka, Minggu (29/3/2020).

Baca Juga:  Adaptasi Kebiasaan Baru di Tasikmalaya, Tempat Keramaian Dijaga Aparat

Tiba-tiba, lanjutnya, di tengah perjalanan korban dihentikan oleh beberapa orang yang mengaku anggota Kepolisian Satresnarkoba yang sedang melakukan razia.

Pelaku menyuruh sopir dan kernet keluar dari dalam mobil. “Setelah itu, korban digeledah para pelaku,” ujarnya.

Diajak Tes Urine di Kantor Polisi

Pelaku, kata dia, langsung mengambil satu hape milik sopir dan dua buah hape milik kernet. “Setelah itu para pelaku mengajak korban untuk tes urine di kantor polisi,” ujarnya.

Korban pun pasrah dan salah satu pelaku sempat ikut dalam mobil korban, sedangkan pelaku lainnya mengawal di depan menggunakan mobil pelaku.

Baca Juga:  Batal Haji, Asphurindo Harapkan Kompensasi Kemenag Untuk PIHK

“Di tengah perjalanan karena korban merasa curiga sehingga berinisiatif untuk mengarahkan mobil ke kantor kepolisian terdekat,” ujarnya.

Yaitu dengan cara memisahkan diri dari iringan mobil para pelaku yang berada di depan. Tepat di persimpangan, korban tancap gas mencoba melarikan diri.

“Mobil korban menuju ke arah Mapolsek Bantarujeg. Pada saat itu salah satu pelaku masih berada dalam mobil korban, korban pun sempat merasa panik,” ujarnya.

Karena panik, lanjutnya korban sempat membanting setir sehingga mobil tergelincir dan berhenti masuk ke selokan.

Baca Juga:  Pemerintah Putuskan Tahun Ini Tak Ada Pemberangkatan Haji

“Ketika korban dan kernet berusaha menyelamatkan diri, terjadi tarik menarik kunci kontak mobil sampai akhirnya bisa diambil korban,” ujarnya.

Korban beserta kernet, lanjutnya keluar dari mobil dari berlari ke arah Mapolsek Bantarujeg untuk meminta pertolongan.

“Korban beserta anggota polsek Bantarujeg ke tempat kejadian perkara, tetapi para pelaku sudah meninggalkan mobil korban yang terperosok ke selokan,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, kata Kapolres korban mengalami kerugian sebesar Rp3,5 juta. Kasus itu ditangani Satreskrim Polres Majalengka.(Mangun/Dede)

Bagikan:
Left Menu Icon