Soal Penangkapan Inisiator KAMI, Jimly Asshiddiqie: Ditahan Saja Tidak Pantas, Apalagi Diborgol

KESATUCO. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengomentari penahanan inisiator Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) oleh aparat kepolisian. Apalagi penahanan tersebut terkesan berlebihan.

Seperti diketahui, saat jumpa pers di Mabes Polri kemarin, para inisiator KAMI yang sudah berstatus tersangka tersebut nampak mengenakan borgol layaknya penjahat kriminal.

Baca Juga:  Banyak Kota di Indonesia Tak Bisa Penuhi RTH 30 Persen, Kenapa?

Sebagai pengayom warga, kata mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini, seharusnya Polri lebih bijaksana dalam menegakan keadilan dan kebenaran.

“Ditahan saja tidak pantas, apalagi diborgol untuk kepentingan disiarluaskan. Sebagai pengayom warga, polisi harusnya lebih bijaksana dalam menegakkan keadilan & kebenaran. Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yang sekedar “salah”,” ungkap Jimly melalui akun media sosialnya, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga:  Instansi Pemerintahan Didorong Gunakan Kendaraan Listrik

Sebelumnya, Polri telah menangkap delapan orang yang tergabung dalam KAMI. Empat orang yang diamankan di Medan dan telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain Juliana, Devi, Khairi Amri dan Wahyu Rasari Putri.

Baca Juga:  Personel Polresta Tasikmalaya Mendadak Dites Urine

Sedangkan empat orang lainnya diamankan di Jakarta. Diantaranya, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Kingkin. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. (din)

Bagikan: