Sering Kecelakaan Maut di Jalur Purwakarta-Bandung, Polisi Surati Pemprov Jabar

KESATUCO. Aktivitas truk di Jalur Purwakarta-Bandung ditambah kondisi jalan berlubang, jadi salah satu faktor terjadinya kecekalakaan lalu lintas di kawasan itu. Awal Februari, dua kecelakaan maut menewaskan pengendara roda dua di kawasan itu, tepatnya di ruas Ciganea.
Senin (3/2/2020) seorang pengendara roda dua tewas akibat terlindas truk di Jalan Raya ciganea Purwakarta, yang masuk Jalur  Purwakarta-Bandung Keesokan, Selasa (4/2/2020), di jalur yang sama kecelakaan kembali terjadi. Korban pengendara roda dua kterpaksa dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakrta akibat luka cukup serius yang dialami.
Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Zanuar Cahyo Wibowo, mengungkapkan dua kasus kecelakaan tersebut terjadi karena disebabkan faktor jalan yang memang berubang. Jalan tersebut berstatua Jalan Provinsi.
Sedangkan kasus kecelakaan kedua, perwira yang akrab disapa Bowo ini menyebut karena faktor kelalaian pengendara motor dann pengemudi truk.
Pasca dua perustiwa tersebut, kata Bowo sapaan akrabnya, pihaknya mengaku sudah mengirim surat dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi. Tujuannya, agar secepatnya memperbaiki setiap jalan yang berlubang agar tak ada lagi korban jiwa.
“Kami bakal lakukan penegakkan hukum dengan memanggil agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk memeriksa kelayakan kendaraan apakah ada overdimensi overload (ODOL) atau tidak,” kata Bowo.
Bowo menegaskan, untuk mengatasi kendaraan ODOL di jalur padat kendaraan roda enam, jajarannya ketat menindak kendaraan ODOL yang dapat berimbas pada pengguna jalan.
“Tingkat kecelakaan memang tinggi di Ciganea ini. Dan penegakkan hukum kami laksanakan bersama Dishub Purwakarta terkait dimensi angkutan sesuai tonase,” ujarnya.
Ketika disinggung soal jam operasional kendaraan besar yang melalui jalur padat ini, Bowo menyebut pihaknya bakal mengkaji sesuai aturan dan petunjuk Pemerintah daerah Purwakarta.
“Khusus angkutan tanah, kami koordinasikan apakah di jam-jam sibuk dan jam pagi-sore tak beroperasi atau apakah di malam hari, jadi tengah dikaji dahulu,” demikian Bowo. (Hru)
Bagikan:
Left Menu Icon