‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ Tandai Comeback-nya Ladya Cheryl

KESATUCO. Ladya Cheryl, aktris Indonesia yang dikenal melalui peran-perannya di film ‘Ada Apa Dengan Cinta (2002)’, ‘Biarkan Bintang Menari (2003)’, ‘Banyu Biru (2005), dan ‘Fiksi (2008)’, akan kembali berakting tahun ini.

Film ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ menjadi momen comeback-nya setelah vakum hampir delapan tahun.

Film yang mengadaptasi novel best seller karya Eka Kurniawan ini disutradarai Edwin yang pernah membuat film Posesif serta Aruna dan Lidahnya. Ladya Cheryl didapuk memerankan karakter utama.

Ini bukan kali pertama kolaborasi Ladya Cheryl dengan Edwin, mereka pernah terlibat pada dua produksi film panjang lainnya. Yaitu, Babi Buta yang Ingin Terbang (2008) dan Postcards from the Zoo (2012). Selain itu, Ladya juga berkolaborasi di tiga film pendek, yaitu Kara, Anak Sebatang Pohon, Trip to the Wound, dan Hulahoop Soundings.

Pada film yang rencananya tayang di tahun depan ini, Ladya akan memerankan tokoh Iteung, salah satu karakter utama dalam novel karya Eka Kurniawan tersebut.

Di ranah sastra Indonesia, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas adalah novel ketiga yang ditulis Eka Kurniawan. Novel ini pertama kali terbit di Indonesia oleh penerbit Gramedia pada 2014.

Dalam perjalanannya, novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas telah diterjemahkan dalam enam bahasa yaitu Arab, Tingkok, Inggris, Prancis, dan Italia dan distribusikam di sembilan negara. Pada Agustus 2017, buku ini dipublikasikan oleh New Directions, Amerika Utara.

Bergenre Drama, Romansa, dan Laga

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang bergenre drama, romansa, dan laga ini bercerita tentang Ajo Kawir, jagoan yang tidak takut mati. Hasratnya yang tak terpadamkan untuk berkelahi didorong oleh rahasia, dia impoten.

Ketika bertemu dengan seorang petarung bernama Iteung, jagoan perempuan yang tangguh, Ajo dibuat babak belur sekaligus bahagia. Ya, Ajo jatuh cinta. Apakah Ajo dan Iteung dapat berbahagia berdua? Apakah Ajo dapat menerima dirinya?

Kisah ini berlatar suasana Indonesia tahun 80 hingga awal 90an. Mengupas maskulinitas dan relasi kekuasaan, banyak pembaca yang tidak sabar bagaimana Edwin memvisualkan ketangguhan Iteung dan Ajo.

“Kami berencana untuk bekerjasama dengan Kabupaten Rembang sebagai lokasi syuting film ini,” kata produser film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Meiske Taurisia, melalui keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).

Proyek film ini telah melakukan perjalanan pengumpulan dana hibah sejak 2016 dan mendapatkan hak untuk memfilmkan bukunya dari Pontas Agency. Skenario film ini memenangkan grand prize Most Promising Project pada Asian Project Market yang digelar Busan International Film Festival 2016 di Korea Selatan.

Di tahun 2018, proyek film ini kembali memenangkan Post-Production Award dalam Hong Kong Asan Film Market (HAF) dari Whitelight Post, sebuah rumah pasca produksi berbasis di Bangkok.

Setahun kemudian, Singapore Film Commission memberikan dukungan dana hibah SEA Co-production Grant sebagai apresiasi atas kerjasama ko-produksi antara Indonesia dan Singapura; Palari Films, Phoenix Films, dan E&W Films.(sab/add)

Bagikan:
Left Menu Icon