Sempat Heboh, Berikut Fakta Kasus Penusukan Mantan Menko Polhukam Wiranto

KESATUCO. Kasus penusukan Wiranto yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), sempat menggemparkan perberitaan tanah air. Namun seiring lengsernya mantan Panglima TNI itu dari kursi kabinet Presiden Jokowi, kasus ini seperti lama tak terdengar.

Informasi terakhir, Mahkamah Agung memutuskan kasus yang terjadi pada tanggal 10 Oktober 2019 itu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Bukan di Pengadilan Negeri Pandeglang sesuai locus delicti (lokasi terjadinya peristiwa). Hal tersebut sesuai surat Mahkamah Agung dengan nomor KMA Nomor 255/KMA/SK/XII 2019 terkait penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara alias Alam alias Rial Medany alias Abi bin Ahmad Taibi (alm).

Baca Juga:  Polri Tetapkan 4 Tersangka Gratifikasi Red Notice Djoko Tjandra

Seperti diketahui, Syahrial alias Abu Rara menusuk Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, pada tanggal 10 Oktober 2019 lalu. Penusukan terjadi setelah Wiranto menghadiri acara di Universitas Matla’ul Anwar.

“Demi kelancaran dan ketertiban persidangan itu sendiri, kami akan memberikan peradilan yang lebih terjamin dari sisi keamanan dan ketertiban,” kata Juru Bicara Mahkamah Agung (MA), Andi Samsan Nganro usai laporan tahunan Mahkamah Agung di Jakarta, Rabu (26/2/2020), seperti dikutip dari Antara .
Pemilihan Pengadilan Negeri Jakarta Barat bukan tanpa alasan. Tersangka Syahril Alamsyah alias Abu Rara disebutkan merupakan anggota JAD Bekasi dan bekas anggota JAD Kediri di Jawa Timur. Sudah dipastikan kasus ini akan menarik perhatian khalayak. Sehingga diharapkan pihak yang terlibat dalam perkara itu nantinya lebih bebas dalam memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Baca Juga:  Kejagung Tahan Jaksa Pinangki

Adapun jadwal persidangan akan tergantung pada pemberkasan dan pembuktian Kejaksaan Agung setelah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari Mabes Polri.

Baca Juga:  Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Mulai Tidur di Penjara Lagi

Seperti diketahui, kasus itu diambil alih oleh Mabes Polri melalui Detasemen Khusus Antiteror 88 meski penusukan terhadap Wiranto terjadi di tengah kunjungan kerja di Menes, Pandeglang, Banten.

Dalam melancarkan aksinya, Syahril Alamsyah alias Abu Rara mengajak istri dan anaknya untuk ikut melaksanakan aksi teror di Lapangan Alun-Alun Menes itu. Abu Rara bahkan sudah memberikan pisau kepada anaknya. (*)

Bagikan:
Left Menu Icon