SDM Impor Benahi BUMN Merendahkan Anak Bangsa

KESATU. Wacana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merekrut pegawai asing untuk menggenjot kinerja perusahaan pelat merah ditentang. Wacana tersebut dinilai suatu kemunduran dan patut ditolak.

“Indonesia tidak boleh mengambil SDM dari negara lain untuk membenahi BUMN. Karena selama ini SDM Indonesia cukup mumpuni dalam bersaing dengan SDM luar,” kata Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan, kepada wartawan di Jakarta.

Pihaknya sangat menyayangkan sikap Kementerian BUMN yang seolah-olah meremehkan kualitas anak-anak bangsa Indonesia. Dengan melontarkan wacana tersebut, kata Adi, sama saja kementerian yang dipimpin Erick Thohir itu menganggap SDM Indonesia tidak mampu membenahi perusahaan-perusahaan plat merah.

“Apabila Kementerian BUMN tetap melakukannya itu sama saja negara sudah pesimis dengan anak-anak bangsa Indonesia. Terlalu meremehkan,” tambahnya.

Baca Juga:  Banjir Bandang Juga Terjang 5 Desa di Cidahu Kabupaten Sukabumi

Salah satu pimpinan relawan Jokowi ini lantas menyinggung program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Anggaran Rp 46,2 triliun yang telah digelontorkan untuk menyekolahkan putra-putri bangsa oleh lembaga yang diwawasi Kemenkeu, Kemndikbud dan Kemenag itu menjadi bukti bahwa saat ini banyak putra putri WNI yang memiliki kemampuan unggul sehingga bisa ditempatkan di perusahaan-perusahan plat merah.

“Sudah banyak yang unggul bisalah buat membenahi BUMN. Beasiswa LPDP itu untuk mendidik WNI di perguruan tinggi favorit, dalam dan luar negeri. Nah itu buat apa?” kata Adi.

Selain itu, sambungnya, Program beasiswa LPDP fungsinya untuk menciptakan SDM unggul dalam memperkuat instansi pemerintah di Indonesia. Dimana sebanyak ribuan siswa sedang belajar.

Baca Juga:  Kota Bandung Kembangkan Pertanian Terintegrasi

“Yang diinformasi melalui kemenkeu 7.108 sudah menjadi alumni dan 3.266 orang dalam proses menunggu keberangkatan,” ucapnya.

Adi mempertanyakan pembenahan BUMN yang dimaksud Kementerian BUMN. Ia mengatakan selama ini BUMN tidak pernah terbuka dalam melakukan perekrutan SDM.

“BUMN ini sebenarnya milik siapa? Perekrutan SDM-nya saja nggak pernah terbuka, anak-anak bangsa kita tidak pernah diberi kesempatan berkontribusi kok sekarang malah mau impor SDM dari negara lain? Kita semua harus menolak wacana ini,” ungkapnya.

Wacana memperbaiki BUMN dengan SDM impor dari luar negeri disampaikan Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni. Dia menegaskan, Indonesia tidak boleh alergi terhadap SDM yang didatangkan dari negara lain untuk membenahi BUMN.

Baca Juga:  Pria Terobos Mapolres Tasikmalaya Sambil Teriak 'Besok Kiamat' Ditahan

Alex menjelaskan, seyogyanya Indonesia melakukan impor talent terlebih dahulu. Hal itu seiring SDM di Indonesia terbilang sedikit bila dibandingkan dengan SDM negara-negara lainnya. Kata dia, bila import talent dilakukan Indonesia akan mampu melahirkan expert talent.

Alex menganalogikan langkah itu dilakukan klub sepakbola dunia FC Barcelona. Di mana, FC Barcelona banyak memiliki pemain bertalenta namun masih terus mengimpor talenta di luar klub-nya.

Terkait wacana berikut analogi yang disampaikan Alex, Adi menyatakan, “Nah sangat terlihat kualitas orang-orang yang dipilih Menteri Erick Thohir lewat seleksi abal-abal. Masa benahi BUMN seperti skill pemain bola.”(sak)

Bagikan: