Satgas Bentukan KPK Kerja Keras Cari Nurhadi

KESATUCO. Satuan tugas (satgas) bentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja keras mencari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Nurhadi merupakan salah satu tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016 saat ini masuk dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Satgas pencarian Nurhadi terus bekerja keras melakukan pencarian, termasuk menggeledah sejumlah tempat. Kami juga menelusuri sejumlah informasi dan isu keberadaannya yang dikatakan sejumlah pihak,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Firli menambahkan, selain Nurhadi, KPK telah menetapkan status DPO terhadap dua tersangka lainnya dalam kasus yang sama. Mereka adalah Rezky Herbiyono, swasta atau menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.

Selain itu, ia juga menyatakan lembaganya juga berupaya untuk menemukan para tersangka lainnya yang telah masuk dalam DPO, yakni Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim serta Izil Azhar.

Firli menegaskan, lembaganya juga terus berkomunikasi dengan satgas yang dibentuk Kapolri untuk menangkap para DPO tersebut. “Atas hal ini, kami menyampaikan terima kasih pada Kapolri yang membantu pencarian para DPO,” ujar Firli.

Diketahui, Sjamsul dan istrinya telah dimasukkan dalam status DPO sejak September 2019. Keduanya merupakan tersangka kasus korupsi terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Sementara Izil masuk dalam DPO sejak Desember 2018. Izil merupakan merupakan orang kepercayaan mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan tim sukses Pilkada Gubernur Aceh Tahun 2017. Izil juga telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penerimaan gratifikasi bersama-sama dengan Irwandi. (ant/end)

Bagikan:
Left Menu Icon