Sangkuryoung dari Bandung, Perkenalkan Ragam Alat Musik Tiup

Showing 1 of 1

SANGKURYOUNG Brass Band, kelompok musik yang fokus pada alat musik tiup baru saja merayakan hari jadinya. Masuk tahun kedua, kelompok musik asal Kota Bandung ini meluncurkan single pertamanya. Kendati tanpa lirik, mereka tetap bisa menghibur dan tampil atraktif di setiap aksi.

Salah seorang anggota, Aryadi Maula Putra (24) menceritakan awal mula terbentuknya Sangkuryoung Brass Band. Katanya, grup musik ini awalnya proyek iseng.

Mereka harus tampil mengisi salah satu resital marching band. Agar berbeda dengan grup musik yang lain, mereka memutuskan untuk membentuk kelompok musik yang hanya menampilkan alat musik tiup.

Aryadi menyebut saat ini jumlah anggota Sangkuryoung Brass Band berjumlah 28 personel. Namun karena kesibukan, akhirnya yang rutin latihan seminggu sekali dan aktif sejumlah 15 personel.

Nama Sangkuryoung diambil dari filosofi legenda Sangkuriang. Sebagai salah satu cerita rakyat asal Jawa Barat yang melegenda, mereka ingin grup musik ini juga sama melegendanya dengan Sangkuriang.

“Biar Sunda banget, terus kan Sangkuriang itu legenda di tanah Pasundan. Kita berharap bisa ikut melegenda sama seperti Sangkuriang. Terus dipelesetkan dengan young, artinya muda,” katanya di Simpul Space Jalan Asia Afrika, Rabu (26/02/2020).

Dengan rentang usia 19 sampai 30 tahun, Sangkuryoung Brass Band diawaki personel dengan berbagai latar belakang. Di antara mereka ada yang masih kuliah, sudah bekerja, dan sudah berkeluarga. Begitu pula dengan kemampuan bermusik, karena ada yang autodidak dan sekolah musik.

Brass Taman Musik

Aryadi menjelaskan Sangkuryoung Brass Band terbentuk atas dua perkumpulan, yaitu Brass Taman Musik Bandung (BTMB) dan Dotodo Musik Edutainment. Sejak memutuskan membentuk Sangkuryoung akhirnya mereka rutin berkumpul seminggu sekali.

Lebih lanjut, komposisi Sangkuryoung Brass Band terdiri atas satu sousaphone, satu baritone saksofon, dua tenor saksofon, dua alto saksofon, empat trombon, tiga terompet, satu bas trombon, dan satu drum. Mereka sengaja memasukan instrumen drum untuk menjaga ritme dan tempo permainan alat musik tiup.

Personel Sangkuryoung lainnya, Wendi Finza Aji Gunawan (27) mengatakan salah satu misi mereka adalah memperkenalkan alat musik tiup ke masyarakat luas. Katanya, belum banyak yang tau ragam alat musik tiup, selain terompet.

“Orang-orang taunya terompet aja padahal jenis alat musik tiup itu ada banyak sekali. Contohnya, alat musik tanjidor yang menjepit Atun pada adegan dalam sinetron Si Doel Anak Sekolah. Alat itu namanya sousaphone, ukurannya besar dan itu sulit memainkannya,” jelas Wendi.

Bagikan:
Showing 1 of 1
Left Menu Icon