Sahur Pertama Ramadan, Dedi Mulyadi Gerebek Rumah Warga Miskin

KESATUCO. Setiap Bulan Ramadan Anggota DPR RI Dedi Mulyadi memiliki kebiasaan sahur di rumah warga miskin. Hal itu ia lakukan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus membantu warga yang membutuhkan.

Pada sahur hari pertama Dedi Mulyadi menggerebek rumah Dedi Supriatna dan istrinya Tuti Sarimanah di Kampung Cilodong, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Di rumah bedeng yang beralaskan tanah dan sekat triplek ini keduanya tinggal bersama anak dan cucu total 10 orang.

Sebagai kepala rumah tangga Dedi Supriatna bekerja sebagai kernet truk pasir dengan pendapatan Rp1,5- Rp2 juta per bulan.

Baca Juga:  Hasil Sidang Isbat: Lebaran Jatuh Pada Kamis 13 Mei 2021

“Alhamdullilah walaupun puasa tetap bekerja. Tahun kemarin juga tamat puasanya,” ujar Dedi Supriatna.

Sebenarnya, kata Dedi, ia sejak lama ingin mencari tanah untuk dibangun rumah sendiri. Sebab selama ini ia tinggal di rumah yang dibangun di lahan orang lain.

“Pingin cari rumah sama bikin sendiri, tapi uangnya belum cukup. Kan anaknya banyak,” katanya.

Pasangan ini memiliki 6 orang anak yang terdiri dari 5 perempuan dan 1 laki-laki. Hampir semua anaknya hanya lulusan SD, kecuali anak pertama yang lulusan SMP.

Baca Juga:  Sejumlah Ruas Jalan di Purwakarta Ditutup saat Malam Takbiran

Dari semua anak tersebut, kehidupan keluarga ini hanya ditopang oleh anak ketiga yang masih berumur 16 tahun. Ia selama ini kerja sebagai pelayan warung nasi dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Uang tersebut Rp 1 juta diberikan untuk keluarga dan sisanya untuk kebutuhan sang anak sehari-hari.

Di tengah obrolan Dedi Mulyadi sempat melihat ke bagian dapur. Di sana ia menemukan setengah badan ikan dan 2 iris tempe baru selesai digoreng yang nantinya akan dijadikan lauk santap sahur oleh semua penghuni rumah.

Baca Juga:  Plt Wali Kota Tasikmalaya Instruksikan RT dan RW Awasi Pemudik Yang Lolos Penyekatan dan Tiba di Wilayahnya

“Walaupun ini dibagi semua orang tapi itu jadi penguat mereka dalam menghadapi bebannya hidup,” ujar Dedi Mulyadi.

Sebelum pulang Dedi pun memberikan sembako dan sejumlah uang untuk bekal keluarga tersebut selama Bulan Ramadhan.

“Memberi tak akan pernah mengurangi. Berpuasa membangun tenggang rasa. Berbahagialah di atas kebahagian orang lain,” ujar Dedi. (Red)

Bagikan: