RSU Pameungpeuk Harus Dipimpin Leadership Handal - Kesatu.co

RSU Pameungpeuk Harus Dipimpin Leadership Handal

Harus Berwibawa dan Mampu Mendatangkan Dokter Spesialis Tetap

KESATUCO. Rumah Sakit Umum (RSU) Pameungpeuk yang awalnya berada dibawah naungan Kabupaten Garut kemudian mengalami pengalihan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengalami transformasi.

Keberadaan rumah sakit yang berdiri megah di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut itu memiliki berbagai fasilitas yang disediakan dalam rangka mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Rumah sakit pemerintah inipun terus melakukan berbagai pembangunan dan penambahan sarana dan prasarananya. Namun sayang, RSU Pameungpeuk disebutkan belum memiliki dokter-dokter spesialis tetap. Beberapa dokter spesialis yang selama ini bertugas seringkali gunta-ganti, karena memang mereka hanya sebagai dokter kontrak.

Keberadaan dokter-dokter spesialis tetap ini masih menjadi tantangan untuk pemerintah. Manajemen RSU Pameungpeuk, maupun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat harus bisa  memprioritaskan keberadaan para dokter spesialis.

Pembangunan gedung dan penambahan sarana dan prasarana RSU Pameungpeuk akan dianggap percuma dan tidak akan meningkatkan  pelayanan kesehatan kepada warga, apabila tenaga dokter spesialisnya masih kurang.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dorong Perguruan Tinggi Bangun Kampus di Segitiga Rebana

Leadership Handal

Anggota Komisi V, DPRD Provinsi Jabar, Ade Kaca. (Ft: ist)

Selain keberadaan para dokter spesialis, pihak RSU Pameungpeuk juga harus memiliki kharisma dan wibawa dari berbagai pihak. Jangan sampai managemen RSU Pameungpeuk tidak dihargai pihak internal maupun eksternal.

Untuk itu, Direktur Utama (dirut) RSU Pameungpeuk harus memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni atau leadership handal, sehingga bisa dicintai seluruh jajaran yang ada di RSU Pemeungpeuk, maupun oleh pihak luar.

“Saat ini saya mendengar, manajemen RSU Pameungpeuk sampai dibentak-bentakoleh pihak diluar rumah sakit. Ini menjadi pertanyaan besar, kenapa sampai begitu. Dimana marwah rumah sakit sebagai pelayan masyarakat,” demikian dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jabar, Ade Kaca ST, di rumahnya.

Ade Kaca yang saat ini duduk di Komisi V DPRD Provinsi Jabar berharap, kedepan manajemen RSU Pameungpeuk ini harus memiliki wibawa, sehingga tidak seenaknya dibentak-bentak oleh pihak luar. “Bagaimana mau meningkatkan pelayanan masyarakat, apabila kondisi di lingkungan rumah sakit tidak nyaman,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ade Kaca Beberkan Alasan DPRD Jabar Kunker ke Bali

Internal dan Eksternal

Menurut Ade Kaca, kepemimpinan di RSU Pamengpeuk harus memiliki wibawa baik di internal maupun di eksternal. Kepentingan rumah sakit jangan di intervensi oleh pihak luar, jangan merusak tatanan dan wibawa lembaga.

“Siapapun pemimpin di rumah sakit, harus disikapi sejak dini, arogansi pribadi harus dibenahi. Pemimpin di RSU Pameungpeuk harus menguasai berbagai aspek. Kalau tidak bisa membenahi akan ada pertaruhan bagi rumah sakit. Dampak negatif ketika pihak rumah sakit tidak dihargai, maka pelayanan pun akan buruk,”ujarnya.

Ade Kaca menambahkan, sebagai lembaga pelayan masyarakat, RSU Pameungpeuk harus harus nyaman. Jangan bisa diintervensi pihak luar. “Kalau di rumah sakit ada keributan, maka akan membuat pegawai khawatir, begitupun dengan masyarakat tidak akan merasa nyaman,” terangnya.

Baca Juga:  Kiprah Muhammadiyah Selama Ratusan Tahun Untuk NKRI

Saat ini, lanjut Ade Kaca, di RSU Pameupeuk juga masih kekurangan dokter spesialis tetap. Maka tentu, wujud pelayanan prima tidak akan terwujud. Untuk itu, RSU Pamengpeuk harus menyelesaikan persoalan tersebut.

“Percuma kalau gedung RSU itu megah, kalau dokter spesialisnya tidak tetap. Karena, pelayanan selain membutuhkan kelimuan dan sarana dan prasarana yang baik, juga dibutuhkan pendekatan yang baik antara pegawai, dokter spesialis dan masyarakatnya,” tandasnya.

Dokter spesialis yang tetap, sambung Ade Kaca bisa mempererat hubungan emosional dengan masyarakat. Sehingga akan berdampak juga terhadap peningkatan pelayanan. “Kalau dokternya baru lagi baru lagi, maka dikhawatirkan harus melakukan adaptasi lagi. Menurut saya, itu kurang baik,” katanya. (aa)

 

 

 

Bagikan:
Left Menu Icon